Pidato Presiden Menyambut HUT Proklamasi Kemerdekaan
Dirgahayu Republik Indonesia
"Saya mengajak segenap warga bangsa di seluruh tanah air untuk lebih menggelorakan semangat menjadikan Indonesia sebagai negara yang terus bergerak menuju negara maju".
Pesan ini digelorakan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT Ke-65 Proklamasi Kemerdekaan RI, di depan sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, di Gedung DPR/MPR-RI, Jakarta, Senin (16/8/2010).
Pidato Kenegaraan tersebut, adalah agenda tahunan sebelum melakukan upacara bendera peringatan kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus. Turut hadir Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Lembaga-Lembaga Negara, para Duta Besar Negara-Negara Sahabat, dan para Pimpinan Perwakilan Badan-Badan dan Organisasi Internasional.
Kita juga bersyukur, pada pagi ini, dapat menghadiri Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Masih dalam suasana Hari Raya, sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, dan selaku pribadi, saya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1434 Hijriyah kepada kaum muslimin dan muslimat di seluruh tanah air. Semoga masing-masing dari kita, dapat mengambil hikmah terbaik dari bulan suci Ramadhan tahun ini," katanya.
Siang nanti, lajutnya, saya juga akan menyampaikan Pidato Pengantar RAPBN Tahun Anggaran 2014, beserta Nota Keuangannya. Kedua pidato yang saya sampaikan di forum terhormat ini, hakikatnya juga saya tujukan kepada seluruh rakyat Indonesia.
Pada kesempatan yang istimewa ini, Presiden mengajak para hadirin untuk kembali merenungkan dan meneladani nilai-nilai kebangsaan, dan semangat kejuangan yang di-wariskan oleh para pendiri bangsa dan pejuang kemerdekaan. Sekaligus merenungkan perjalanan reformasi yang telah berlangsung selama 15 tahun. Proses ini telah dimulai sejak Pemerintahan Presiden Habibie, yang dilanjutkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati dan terus berlangsung hingga saat ini.
Presiden juga memaparkan empat isu penting dan strategis yang perlu saya sam-paikan pada kesempatan yang baik ini, yaitu pengelolaan ekonomi di tengah perlambatan ekonomi global; peme-iharaan kerukunan dan toleransi, penyuksesan Pemilu 2014 dan suksesi kepemimpinan serta pentingnya kita terus mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI. (red)
Sumber: Sekretariat DPR RI
Foto: Tempo.co
"Saya mengajak segenap warga bangsa di seluruh tanah air untuk lebih menggelorakan semangat menjadikan Indonesia sebagai negara yang terus bergerak menuju negara maju".
Pesan ini digelorakan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT Ke-65 Proklamasi Kemerdekaan RI, di depan sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, di Gedung DPR/MPR-RI, Jakarta, Senin (16/8/2010).
Pidato Kenegaraan tersebut, adalah agenda tahunan sebelum melakukan upacara bendera peringatan kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus. Turut hadir Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Lembaga-Lembaga Negara, para Duta Besar Negara-Negara Sahabat, dan para Pimpinan Perwakilan Badan-Badan dan Organisasi Internasional.
Kita juga bersyukur, pada pagi ini, dapat menghadiri Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Masih dalam suasana Hari Raya, sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, dan selaku pribadi, saya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1434 Hijriyah kepada kaum muslimin dan muslimat di seluruh tanah air. Semoga masing-masing dari kita, dapat mengambil hikmah terbaik dari bulan suci Ramadhan tahun ini," katanya.
Siang nanti, lajutnya, saya juga akan menyampaikan Pidato Pengantar RAPBN Tahun Anggaran 2014, beserta Nota Keuangannya. Kedua pidato yang saya sampaikan di forum terhormat ini, hakikatnya juga saya tujukan kepada seluruh rakyat Indonesia.
Pada kesempatan yang istimewa ini, Presiden mengajak para hadirin untuk kembali merenungkan dan meneladani nilai-nilai kebangsaan, dan semangat kejuangan yang di-wariskan oleh para pendiri bangsa dan pejuang kemerdekaan. Sekaligus merenungkan perjalanan reformasi yang telah berlangsung selama 15 tahun. Proses ini telah dimulai sejak Pemerintahan Presiden Habibie, yang dilanjutkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati dan terus berlangsung hingga saat ini.
Presiden juga memaparkan empat isu penting dan strategis yang perlu saya sam-paikan pada kesempatan yang baik ini, yaitu pengelolaan ekonomi di tengah perlambatan ekonomi global; peme-iharaan kerukunan dan toleransi, penyuksesan Pemilu 2014 dan suksesi kepemimpinan serta pentingnya kita terus mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI. (red)
Sumber: Sekretariat DPR RI
Foto: Tempo.co

Tidak ada komentar