HUT Ke-3 ForPublik
CIBINONG - Memasuki HUT Ke3 akan lebih memperjuangan hak publik
Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Studi Layanan Publik (LSM FORPUBLIK) rayakan ulang tahun berdirinya lembaga tersebut yang ke-3. Puluhan pengurus dan anggota LSM itu merayakan acara HUT-nya di Diva Karaoke, Jalan Pajajaran Kota Bogor, Kamis (10/10/2013) malam.
Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Studi Layanan Publik (LSM FORPUBLIK) rayakan ulang tahun berdirinya lembaga tersebut yang ke-3. Puluhan pengurus dan anggota LSM itu merayakan acara HUT-nya di Diva Karaoke, Jalan Pajajaran Kota Bogor, Kamis (10/10/2013) malam.
Dalam sambutannya ketua umum LSM
FORPUBLIK, Rico Pasaribu mengatakan, jika LSM yang dibentuk bersama
beberapa pendirinya, awalnya adalah sekumpulan aktifis yang juga
pengurus LSM yang ada di Bogor kemudian berafiliasi membentuk LSM
FORPUBLIK dikarenakan kesamaan visi dan misi yakni, sebagai lembaga
kontrol sosial yang memperjuangkan hak publik.
“Tiga
tahun lalu LSM ini dibentuk, dalam suatu kesamaan visi dan misi dari
para pendirinya. Memperjuangkan hak publik. Momentum HUT ke-3 ini, saya
berharap LSM FORPUBLIK bangkit dan berkarya kembali,” tutur Rico.
Menurutnya, aksi pertama yang dilakukan
lembaganya saat itu adalah hal kecil namun menjadi pemicu aksi-aksi
selanjutnya. Pada debut pertama LSM itu adalah mencabuti paku-paku yang
menempel di sepanjang pohon jalan tegar beriman di Cibinong. Hal itu
dianggap dapat membuat efek positif kepada kebiasaan Parpol ataupun
Ormas yang kerap memaku bendera maupun baliho pada pohon-pohon sehingga
membuat kerusakan dan mengganggu keindahan di jalan utama itu.
“Efeknya cukup efektif. Dengan aksi dan
seringnya mengkritisi hal itu, akhirnya Pemkab Bogor melarang pemakuan
dan pemanfaatan pohon sebagai media promosi di jalan itu,” kata Rico.
Rico juga menjelaskan, LSM FORPUBLIK yang membuat surat terbuka kepada
Bupati Bogor untuk membebaskan jalan sepanjang tegar beriman di depan
kantor pemkab dari pedagang kaki lima yang berjualan setiap hari minggu (sunday market) yang kerap membuat kemacetan dan mengurangi hak pengguna jalan.
“Sekarang sunday market-nya
sudah tidak ada. sudah lebih rapi dan indah. Sayangnya PKL beralih jam
operasinya ke malam hari. Ini juga butuh penertiban dari aparat, karena
sudah semakin banyak dan mereka berdagang sesuka hati. Bahkan di median
jalan, juga dipakai lapak,” jelas Rico, seraya menyesalkan sikap pihak
Satpol-PP yang terkesan melakukan pembiaran.
Lebih lanjut Rico menjelaskan berbagai
aksi kegiatan yang dilakukan LSM FORPUBLIK dalam debutnya selama tiga
tahun, diantaranya penghijauan bantaran sungai Ciliwung dengan aksi
penanaman 1000 pohon, penyelenggaraan berbagai diskusi dan seminar
layanan publik di berbagai kota di Jawa dan Bali.
LSM FORPUBLIK juga telah beberapa kali
mengadakan event dan lomba seperti, lomba kreativitas anak se-Bogor
tahun 2011 yang sukses diikuti lebih dari 1000 peserta. Lomba Gapura
Hias se-Bogor 2012 dalam rangka hari kemerdekaan RI. Workshop
Jurnalistik bagi Guru dan Umum yang bekerjasama dengan PWI Kabupaten
Bogor di tahun 2011. Menurut Rico, untuk menunjang gerakannya sejak
tahun 2011, LSM FORPUBLIK juga telah menerbitkan beberapa media massa
seperti portal online Kabarpublik.com dan mingguan Jabotabeknews.
Terakhir LSM FORPUBLIK juga merambah ke dunia film dengan label production house-nya Publik
Enterprise bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia Pusat, Pemkab
Bogor dan FKUI-RSCM, memproduksi sebuah film televisi (FTV) berjudul
Derita Dinda, FTV semi dokumenter yang disutradarai Dhanny Rahman ini,
bertajuk sosialisasi pencegahan dini penyakit kanker payudara yang
dikemas agar lebih menarik dalam cerita drama rumah tangga.
Paparan yang disampaikan Rico dalam
sambutannya itu dimaksudkan agar para pengurus dan anggota LSM FORPUBLIK
dalam momentum HUT-nya yang ke-3 itu, agar terus berkarya dan aktif
dalam menyuarakan fungsi kontrol sosial sebagai lembaga swadaya
masyarakat yang independen.
“Saya berharap pengurus dan anggota LSM
FORPUBLIK terus berkarya, lebih kreatif dan aktif dalam peran serta LSM
di masyarakat. Sesuai dengan moto LSM kita memperjuangkan hak publik,” imbuh Rico.
Hadir dalam acara itu, sekretaris
jenderal LSM FORPUBLIK Deni Sulaeman, Bendaraha Umum D Irman Fauzi dan
seluruh unsur pengurus serta anggotanya. Tampak hadir pula direktur
Publik Enterprise, Dhanny Rahman dan tamu undangan dari affiliasi
organisasi kemasyarakatan, Ketua Umum PPPKRI-Bela Negara, Edy Prasodjo
SE dan pembinanya Ir Rizal Zamroni. (dh/teguh)

Tidak ada komentar