Waspada Angin Puting Beliung Menerjang Wilayah Jawa Barat
BPPD Jabar himbau warga untuk lebih waspada.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan, warga Jawa Barat untuk lebih waspada terhadap kemungkinan datangnya angin puting beliung.
Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, potensi munculnya angin puting beliung ini meningkat dalam beberapa waktu terakhir, dan kemungkinan akan terus meningkat memasuki pergantian musim kemarau ke musim penghujan ini.
"Memasuki musim pancaroba seperti sekarang, cuaca pagi hingga siang terik dan panas, namun saat sore hari hujan yang disertai dengan puting beliung kerap terjadi," ujar Sutopo melalui rilis, Rabu (23/10/2013).
Menurut Sutopo, dalam seminggu terakhir puting beliung menerjang beberapa daerah seperti di Kabupaten Grobogan, Kabupaten Bandung Barat, Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Cianjur, Banyumas, Melawi, Jember, Semarang, dan lainnya. Puluhan orang luka dan ratusan rumah mengalami kerusakan.
Selasa (22/10) lalu, angin puting beliung mengamuk di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Pandeglang dan merusak ratusan rumah serta membuat sejumlah orang terluka.
Di Kabupaten Pandeglang, angin mengamuk di lima desa. Enam orang terluka berat karena tertimpa pohon. "Warga harus waspada karena teknologi sistem peringatan dini puting beliung ini belum ada," ujarnya.
Hingga Rabu sore, bekas-bekas bangunan yang rusak akibat angin puting beliung, masih terlihat. Catatan terakhir, kemarin, total rumah yang rusak di Kabupaten bandung akibat angin puting beliung ini mencapai 266 rumah. Dua di antaranya rusak sangat berat. (red)
Rilis Humas Pemprov Jawa Barat
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan, warga Jawa Barat untuk lebih waspada terhadap kemungkinan datangnya angin puting beliung.
Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, potensi munculnya angin puting beliung ini meningkat dalam beberapa waktu terakhir, dan kemungkinan akan terus meningkat memasuki pergantian musim kemarau ke musim penghujan ini.
"Memasuki musim pancaroba seperti sekarang, cuaca pagi hingga siang terik dan panas, namun saat sore hari hujan yang disertai dengan puting beliung kerap terjadi," ujar Sutopo melalui rilis, Rabu (23/10/2013).
Menurut Sutopo, dalam seminggu terakhir puting beliung menerjang beberapa daerah seperti di Kabupaten Grobogan, Kabupaten Bandung Barat, Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Cianjur, Banyumas, Melawi, Jember, Semarang, dan lainnya. Puluhan orang luka dan ratusan rumah mengalami kerusakan.
Selasa (22/10) lalu, angin puting beliung mengamuk di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Pandeglang dan merusak ratusan rumah serta membuat sejumlah orang terluka.
Di Kabupaten Pandeglang, angin mengamuk di lima desa. Enam orang terluka berat karena tertimpa pohon. "Warga harus waspada karena teknologi sistem peringatan dini puting beliung ini belum ada," ujarnya.
Hingga Rabu sore, bekas-bekas bangunan yang rusak akibat angin puting beliung, masih terlihat. Catatan terakhir, kemarin, total rumah yang rusak di Kabupaten bandung akibat angin puting beliung ini mencapai 266 rumah. Dua di antaranya rusak sangat berat. (red)
Rilis Humas Pemprov Jawa Barat

Tidak ada komentar