IPB Perbaiki Saluran Irigasi Desa Neglasari
DRAMAGA - Partisipasi IPB sangat membantu para petani Neglasari.
Saluran irigasi di desa Neglasari semula tidak bisa berfungsi.
Hal ini mendorong pihak Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk berpartisipasi memperbaikinya agar dapat kembali mengairi lahan pertanian warga yang berlokasi di lima RT di Desa Neglasari.
Ketua Posdaya Sabilulungan yang juga Ketua Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nurul Islam, Onasih menuturkan bahwa IPB telah berkomitmen maju bersama rakyat.
Dirinya menjelaskan, sebelum diperbaiki, irigasi yang airnya berasal dari kawasan Sungai Cihideung itu, dalam keadaan mampat, karena salurannya rusak akibat tidak terawat. “Dulu airnya tidak mengalir dan mampat,”kata Onasih.
Melalui kegiatan pengabdian yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, irigasi tersebut diperbaiki. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa IPB dan Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian (Himasil- Fateta-IPB).
“IPB menyumbang bahan bangunan seperti batu, pasir, besi, kayu, dan keranjang. IPB juga membantu memperbaiki saluran irigasi sehingga lancar kembali,” ujarnya.
Menurut Onasih, sekarang para petani di Neglasari merasa bahagia karena mereka bisa menanam padi, jagung, kacang-kacangan dan tanaman palawija lainnya.
“Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada IPB. Tidak hanya irigasi, tapi juga banyak kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan IPB kepada kami seperti di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelatihan-pelatihan untuk kader Posyandu,” katanya.
Wakil Kepala LPPM IPB Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Hartoyo menghimbau agar masyarakat di Desa Neglasari meningkatkan kapasitas dirinya melalui beberapa lembaga pemberdayaan yang ada, seperti Posdaya, PAUD dan Posyandu.
“IPB tidak bisa memberikan yang masyarakat inginkan semuanya. Namun, IPB bisa menjadi fasilitator atau jembatan terhadap masalah yang ada,”kata Dr Hartoyo.
Dalam kegiatan tersebut IPB juga memberikan santunan kepada 20 anak yatim piatu, penyerahan alat kesehatan, penyerahan bantuan fasilitas pendidikan untuk Pesantren Darul Huffadz, dan penyerahan sertifikat Pelatihan ‘Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). (unan)
foro ilustrasi
Editor: Sunardi
Saluran irigasi di desa Neglasari semula tidak bisa berfungsi.
Hal ini mendorong pihak Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk berpartisipasi memperbaikinya agar dapat kembali mengairi lahan pertanian warga yang berlokasi di lima RT di Desa Neglasari.
Ketua Posdaya Sabilulungan yang juga Ketua Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nurul Islam, Onasih menuturkan bahwa IPB telah berkomitmen maju bersama rakyat.
Dirinya menjelaskan, sebelum diperbaiki, irigasi yang airnya berasal dari kawasan Sungai Cihideung itu, dalam keadaan mampat, karena salurannya rusak akibat tidak terawat. “Dulu airnya tidak mengalir dan mampat,”kata Onasih.
Melalui kegiatan pengabdian yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, irigasi tersebut diperbaiki. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa IPB dan Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian (Himasil- Fateta-IPB).
“IPB menyumbang bahan bangunan seperti batu, pasir, besi, kayu, dan keranjang. IPB juga membantu memperbaiki saluran irigasi sehingga lancar kembali,” ujarnya.
Menurut Onasih, sekarang para petani di Neglasari merasa bahagia karena mereka bisa menanam padi, jagung, kacang-kacangan dan tanaman palawija lainnya.
“Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada IPB. Tidak hanya irigasi, tapi juga banyak kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan IPB kepada kami seperti di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelatihan-pelatihan untuk kader Posyandu,” katanya.
Wakil Kepala LPPM IPB Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Hartoyo menghimbau agar masyarakat di Desa Neglasari meningkatkan kapasitas dirinya melalui beberapa lembaga pemberdayaan yang ada, seperti Posdaya, PAUD dan Posyandu.
“IPB tidak bisa memberikan yang masyarakat inginkan semuanya. Namun, IPB bisa menjadi fasilitator atau jembatan terhadap masalah yang ada,”kata Dr Hartoyo.
Dalam kegiatan tersebut IPB juga memberikan santunan kepada 20 anak yatim piatu, penyerahan alat kesehatan, penyerahan bantuan fasilitas pendidikan untuk Pesantren Darul Huffadz, dan penyerahan sertifikat Pelatihan ‘Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). (unan)
foro ilustrasi
Editor: Sunardi

Tidak ada komentar