Penderita Kanker Meninggal Dunia
KOTA - Keluarga Penderita Kanker Dipimpong Rumah Sakit
Seorang ibu penderita kanker yang berasal dari masyarakat kurang mampu akhirnya meninggal dunia.
Sebelumnya keluarga penderita mendapatkan pelayanan yang tidak memuaskan, bahkan dalam mengurus administrasi pengobatan dan perawatan bagi keluarga tidak mampu tidak dilayani secara baik dari Rumah Sakit.
Hal ini membuat puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Bogor meluapkan kemarahan dengan melakukan aksi ke kantor Dinas Kesehatan Kota Bogor di Jalan Pemuda Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Aksi mahasiswa semakin menjadi saat mendengar Kepala Dinas Kesehatan Dr Rubaeah sedang jalan-jalan keluar negeri. Mahasiswa lalu long march menuju Balaikota Bogor di Jalan Juanda.
Setiba di Balaikota sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dengan aparat Satpol PP yang berjaga dilokasi, pagar Balaikota sempat didobrak oleh puluhan mahasiswa yang ingin merangsek masuk.
Namun, setelah Kasat Sabhara Polres Bogor Kota, AKP Nur Arifin berjanji siap memfasilitasi mahasiswa, mahasiswa pun mampu diredam.
Heru Jauhardin, Humas HMI menuturkan aksi mereka kali ini didorong oleh keprihatinan meninggalnya Enih 58, seorang ibu penderita kanker. Warga Sindangbarang ini meninggal di rumah sakit sebelum dirawat karena di pimpong manajemen dengan alasan keterangan surat tidak mampu masih kurang.
“Ironis seorang ibu meninggal di rumah sakit hanya karena nggak punya uang. Ibu ini meninggal tanggal 5 kemarin,” kata Heru.
Diujung aksinya, mahasiswa membakar kartu Jamkesmas milik warga yang tidak percaya lagi dengan layanan Pemkot Bogor. Kartu Jamkesmas ini diserahkan warga ke mahasiswa untuk dimusnahkan, karena keberadaan kartu tersebut, tidak menolong mereka saat sakit. (chris)
Editor: MICHELLE
Email: redaksiberitabogor@gmail.com
Seorang ibu penderita kanker yang berasal dari masyarakat kurang mampu akhirnya meninggal dunia.
Sebelumnya keluarga penderita mendapatkan pelayanan yang tidak memuaskan, bahkan dalam mengurus administrasi pengobatan dan perawatan bagi keluarga tidak mampu tidak dilayani secara baik dari Rumah Sakit.
Hal ini membuat puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Bogor meluapkan kemarahan dengan melakukan aksi ke kantor Dinas Kesehatan Kota Bogor di Jalan Pemuda Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Aksi mahasiswa semakin menjadi saat mendengar Kepala Dinas Kesehatan Dr Rubaeah sedang jalan-jalan keluar negeri. Mahasiswa lalu long march menuju Balaikota Bogor di Jalan Juanda.
Setiba di Balaikota sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dengan aparat Satpol PP yang berjaga dilokasi, pagar Balaikota sempat didobrak oleh puluhan mahasiswa yang ingin merangsek masuk.
Namun, setelah Kasat Sabhara Polres Bogor Kota, AKP Nur Arifin berjanji siap memfasilitasi mahasiswa, mahasiswa pun mampu diredam.
Heru Jauhardin, Humas HMI menuturkan aksi mereka kali ini didorong oleh keprihatinan meninggalnya Enih 58, seorang ibu penderita kanker. Warga Sindangbarang ini meninggal di rumah sakit sebelum dirawat karena di pimpong manajemen dengan alasan keterangan surat tidak mampu masih kurang.
“Ironis seorang ibu meninggal di rumah sakit hanya karena nggak punya uang. Ibu ini meninggal tanggal 5 kemarin,” kata Heru.
Diujung aksinya, mahasiswa membakar kartu Jamkesmas milik warga yang tidak percaya lagi dengan layanan Pemkot Bogor. Kartu Jamkesmas ini diserahkan warga ke mahasiswa untuk dimusnahkan, karena keberadaan kartu tersebut, tidak menolong mereka saat sakit. (chris)
Editor: MICHELLE
Email: redaksiberitabogor@gmail.com

Tidak ada komentar