Milad SPMA Negeri Bogor
KOTA - Buku 110 Tahun SPMAN Bogor Akan diluncurkan.
Menyambut hari jadi Midlebare Landbaouw School (MLS)/SPMT (Sekolah Pertanian Menengah Tinggi), SPMA (Sekolah Pertanian Menengah Atas) Negeri Bogor yang ke 110 tahun pada 14 Desember mendatang akan diluncurkan sebuah buku buah karya para Alumni.
Koordinator Penerbitan 110 Tahun MLS-SPMT-SPMA Bogor, Unang G. Kartasasmita di Perumahan Graha Indah, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. buku yang akan diluncurkan merupakan buah karya para alumni dari berbagai angkatan..
“Rencananya buku setebal 200 halaman ini akan diluncurkan saat reuni alumni MLS-SPMT- SPMA Negeri Bogor, pada 14 Desember mendatang di Kampus STPP Cibalagung, “ kata Unang G. yang didampingi Asistennya Dadang HP kepada wartawan, Rabu (4/12/2013)
Sekedar diketahui, SPMA Negeri Bogor yang kini sudah berubah menjadi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) yang terletak di Cibalagung, Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor mempunyai sejarah panjang, Sebelum menjadi STPP pada April 2001, pernah menjadi Akademi Penyuluhan Pertanian (APP).
Kali pertama didirikan pada 1916 di Laboratorium Treub di Kebun Raya Bogor kemudian pindah ke ke Cultuurium Tjikeumeuh, yang sekarang ditempati Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan di Jalan Merdeka 99, Bogor. Terakhir sejak 50 tahun di Kampus Cibalagung dengan gedung baru yang diresmikan pemakaiannya persis pada peringatan 50 tahun MLS-SPMT-SPMA Bogor pada 1953,” tutur Unang.
Sejumlah tokoh nasional pernah menyelesaikan pendidikannya di sekolah ini, diataranya Wisaksono Wijodihardjo (pakar ilmu tanah pertama di Indonesia), Ign. J. Kasimo (Menteri Pertanian RI. 1949-1950), Dr. Hadrian Siregar (pakar pemuliaan tanaman padi), Prof. Dr. Ir. Tojib Hadiwidjaya dan Prof. Ir. Soedarsono Hadisapoetro (keduanya mantan Menteri Pertanian), Prof. Dr.Ir. Soetardi Mangoenhandojo (pakar entomologi), serta Laksamana Soebijakto (KSAL RI pertama)
Selain itu, kata Unang, tokoh lainnya yang pernah bersekolah disini yaitu Prof. Dr. Ir. Tb. Bachtiar Rifai mantan Kepala LIPI dan Duta Besar R untuk Prancis), serta Drs. Poernomo atau Mang Udel. Unang menambahkan, rapat pertemuan para Alumni pernah tercetus usulan agar SPMA Negeri Bogor didirikan kembali, untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknis pertanian yang saat ini sangat dibutuhkan. (yan)
Foto: dokumentasi
Editor: MICHELLE
