header_ads

Publikasi Kinerja Dinas ESDM Kabupaten Bogor 2013

PUBLIKASI KINERJA 
DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
KABUPATEN BOGOR

. 
PENGEMBANGAN, PELATIHAN DAN PEMANFAATAN 
BIOENERGI DARI KOTORAN SAPI 


Menipisnya cadangan bahan bakar fosil dan meningkatnya populasi manusia sangat kontradiktif dengan kebutuhan energi bagi kelangsungan hidup manusia beserta aktivitas ekonomi dan sosialnya. 

Hal ini menuntut suatu pemikiran dan gagasan untuk menggali serta mengembangkan potensi sumber-sumber energi alternatif. Pembuatan energi alternatif merupakan langkah terobosan yang bermanfaat, baik dari segi pemanfaatan juga sebagai upaya strategis melatih masyarakat menggunakan energi alternatif.  

Salah satu bahan bakar energi alternatif ini adalah Bioenergi (Biomass). Biomass merupakan bahan energi organik yang berasal dari alam termasuk didalamnya tumbuhan dan hewan. Biomass juga mengacu pada limbah/sampah yang dapat diurai melalui proses bio (Biodegradable Wastes). 


Biomass termasuk bahan energi yang dapat diperbaharui karena dapat selalu ditumbuhkan. Energi yang terdapat dalam biomass berasal dari sinar matahari selama proses foto sintesis, energi yang tersimpan dalam biomass dapat digunakan secara langsung dan dapat juga diubah menjadi bentuk cair atau gas. 

Biomass merupakan bahan hayati yang dianggap sebagai limbah dan sering dimusnahkan dengan cara dibakar. Limbah organic/biomasa, mempunyai potensi yang sangat besar sebagai sumber energi. 

Pemanfaatan limbah menjadi sumber energi akan mengurangi permasalahan limbah di berbagai lokasi, limbah organik/biomasa seperti limbah kotoran sapi tersebut dapat diolah menjadi biogas  sebagai pengganti/alternatif bahan bakar minyak tanah dan gas yang selama ini kita kenal juga bisa diolah menjadi pupuk kompos dan pupuk cair yang kesemuanya itu tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Bogor. 

Teknologi biogas adalah teknologi yang memanfaatkan proses fermentasi (pembusukan) dari limbah organik secara anaerobik (tanpa udara) oleh bakteri methan sehingga dihasilkan gas methan. Gas methan adalah gas yang mengandung satu atom C dan 4 atom H yang memiliki sifat mudah terbakar. Gas methan yang dihasilkan kemudian dapat dibakar sehingga dihasilkan energi panas.Gas methan ini sudah lama digunakan oleh warga Mesir, China, dan Roma kuno untuk dibakar dan digunakan sebagai penghasil panas. 

Keuntungan pembangkit biogas selain sebagai sumber energi adalah untuk mengatasai masalah sampah organik terutama di pedesaan seperti feses peternakan. Limbah ini akan semakin menjadi masalah ketika adanya pengembangan usaha di pedesaan karena semakin berkembang usaha peternakan, maka semakin meningkat limbah yang dihasilkan. 


Tabel 1. Kesetaraan Biogas dengan sumber energi lain
Bahan Bakar
Jumlah
Biogas
Elpiji
Minyak tanah
Minyak solar
Bensin
Gas kota
Kayu bakar
1 m3
0,46 kg
0,62 liter
0,52 liter
0,80 liter
1,50 m3
3,50 kg


Mengacu pada keuntungan tersebut, Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Kabupaten Bogor menetapkan lokasi dan penerima manfaat energi biogas dari lokasi rencana yang telah ditetapkan melalui koordinasi dengan OPD Kecamatan terkait, para pemangku kepentingan lain, dan usulan atau pengajuan dari Desa melalui Kecamatan Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) dari Pekerjaan Pembangunan Energi Biogas di Kecamatan Cijeruk dan Kecamatan Sukaraja. 

Kegiatan pelatihan ini di maksudkan, agar masyarakat dapat berperan aktif, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui penyediaan sumber energi alternatif diantaranya dengan pemanfaat kotoran sapi untuk biogas sehingga kesulitan masyarakat akan kebutuhan bahan bakar dapat sedikit  teratasi. 
 
Pengembangan energi alternatif menjadi pilihan yang penting, bukan saja untuk mengurangi ketergantungan terhadap bbm yang harganya terus meningkat, namun sekaligus juga untuk memecahkan masalah kemiskinan dan pengangguran, serta perbaikan lingkungan hidup. 

Permasalahan kebutuhan energi perdesaan dapat diatasi dengan menggunakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, murah, dan mudah diperoleh dari lingkungan sekitar dan bersifat dapat diperbaharui. salah satu energi ramah lingkungan adalah gas bio yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik akibat aktivitas bakteri anaerob pada lingkungan tanpa oksigen bebas. energi gas bio didominasi gas metan (60% - 70%), karbondioksida (40% - 30%) dan beberapa gas lain dalam jumlah lebih kecil.  

Secara prinsip pembuatan gas bio sangat sederhana, yaitu memasukkan substrat (kotoran sapi) ke dalam unit pencerna (digester) yang anaerob. dalam waktu tertentu gas bio akan terbentuk yang selanjutnya dapat digunakan sebagai sumber energi, misalnya untuk kompor gas. 


Sapi perah merupakan hewan yang umum dipelihara sebagai salah satu sumber mata pencaharian di Jawa Barat, antara lain di Kec. Sukaraja dan Kec. Cijeruk, Kab. Bogor. Menurut data potensi kotoran sapi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan gas bio sebenarnya cukup besar. Namun, belum banyak dimanfaatkan. bahkan selama ini telah menimbulkan masalah pencemaran dan kesehatan lingkungan, karena umumnya para peternak membuang kotoran sapi tersebut ke sungai. 

Penggunaan biodigester dapat membantu pengembangan sistem pertanian dengan mendaur ulang kotoran hewan untuk memproduksi gas bio dan diperoleh hasil samping berupa pupuk organik dengan mutu yang baik. 



Gas metan termasuk gas rumah kaca (greenhouse gas), bersama dengan gas karbon dioksida (CO2) memberikan efek rumah kaca yang menyebabkan terjadinya fenomena pemanasan global. pengurangan gas metan secara lokal ini dapat berperan positif dalam upaya penyelesaian permasalahan global (efek rumah kaca), sehingga upaya ini dapat diusulkan sebagai bagian dari program internasional mekanisme pembangunan bersih (clean development mechanism). =Adv





30/12/2013
Diberdayakan oleh Blogger.