Pedagang Trompet Terancam Rugi
Sejumlah pedagang terompet di kawasan Puncak Bogor mengaku terancam merugi apabila malam tahun baru mendatang jalur puncak di tutup Polres Bogor. Pasalnya, penutupan jalur tersebut akan berimbas sepinya wisatawan yang melintas arah Ciawi-Bogor-Cianjur dan arah sebaliknya.
Hal ini terungkap saat Berita Bogor meminta komentar Fauzi (22) pedagang terompet terkait rencana Polres Bogor menutup jalur puncak pada tanggal 31 Desember mulai pukul 19.00 wib mendatang. "Yang beli masih sepi, apalagi kalau jalur puncak ditutup bisa tambah sepi,” jawab Fauzi yang setiap pagi juga berjualan lontong sayur di depan kantor Camat Ciawi, Rabu (25/12/2013).
Hal senada dituturkan Iwan (19), penjual terompet di simpang Gadog Ciawi, mengatakan sejak H-3 Hari Natal dirinya telah menjual sebanyak 37 terompet dengan harga bervariasi sesuai ukuran dan model terompetnya. "Saat antrian mobil di lampu merah saya tawarkan dagangan saya, kadang juga yang beli pengendara motor,” katanya.
Dirinya mengaku memperoleh terompet dagangannya itu dari seorang tengkulak di pasar Bogor. “Saya kasih uang jaminan buat modal. Nah, kalau terompet ga laku dijual bisa dikembalikan ke tengkulak biasanya sih ada pemotongan harga setiap terompetnya,” imbuh dia. (cj)
Editor: Sunyoto

