header_ads

Tedi Mulyadi: Model Disiplin Dalam Mendidik Anak

Model - Model Disiplin Dalam Mendidik Anak (sambungan)

Menerapkan disiplin dalam mendidik anak sangat tergantung kepada hubungan yang baik antara  orang tua terhadap anaknya. 

Bila hubungan orang tua dengan anaknya cukup baik maka anak akan memiliki disiplin yang baik demikian sebaliknya jika hubungan orang tua dengan anaknya  kurang baik anak akan memiliki disiplin yang kurang baik.

Hubungan yang dilakukan setiap orang tua terhadap anaknya tidaklah sama. Ada orang tua yang lebih banyak mengatur anaknya.dalam hal ini orang tua memiliki pengaruh atau kontrol yang lebih besar terhdap anaknya. Ada pula orang tua yang memberikan kebebasan kepada anaknya. Disini akan mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap orang tuanya.

Permasalahannya adalah, bagaimana orang tua bisa menjalin hubungan yang baik dengan anak agar orang tua mampu mendidik anaknya dengan baik, dan sejauh mana kontrol atau pengaruh orang tua terhadap anaknya. Serta, akibatnya jika orang tua tidak bisa menjalin hubungan yang baik dengan anaknya.


Model  Perubahan tingkah laku

Model disiplin dengan perubahan tingkah laku ini , tercermin dari banyaknya campur tangan orang tua terhadap anaknya. Orang tua biasanya mengatur anak sampai hal-hal yang terkecil. Segala sesuatu yang diperkukan anak  telah diatur oleh orang tuanya. Jadi secara total dikendalikan oleh orang tuanya , sehingga anak tidak mempunyai kesempatan untuk mengontrol dirinya. 

Dalam model disiplin dengan perubahan tingkah laku ini, kontrol atau pengaruh orang tua lebih besar dibandingkan dengan anaknya.anak melakukan sesuatu bukan atas dorongan dirinya, tetapi karena pengaruh dari orang tuanya . orang tua biasanya dalam mengarahkan anak dengan cara imbalan- imbalan. 

Misalnya, bila kamu melakukan ini nanti kamu akan mendapatkan ini , kamu akan memperoleh itu dan sebagainya. Mungkin anak akan bersikap sopan dan baik bila menginginkan sesuatu. Atau mungkin akan bersikap sopan bila ada orang tuanya, sedangkan dibelakang orang tuanya , sikap akan akan berubah lagi. Ini merupakan situasi yang buruk, karena sikap seperti ini susah untuk dirubah sampai dewasa. Anak melakukan sesuatu bukan atas dorongannya sendiri tetapi karena ada pamrih tertentu.

Orang tua melakukan model disiplin dengan perubahan tingkah laku ini karena orang tua takut kehilangan pengaruhnya. Orang tua terus menerus mengontrol anak sehingga anak tidak bisa  mengontrol  dirinya. Karena orang tua fikir anak tidak mampu melakukan sesutukecuali dengan pengarahannya yang terus menerus. Orang tua menganggap bahwa anak ini tidak mampu ini, tidak mampu itu.orang tua mengharapkan bahwa melalui cara seperti ini akan berhasil dalam mendidik anak . padahal ini adalah cara melakukan dengan kesalahan yang sangat besar.

Model disiplin ketegasan 

Dalam model disiplin dengan ketegasan , semua kontrol datangnya dari orang tua. Orang tua sangat takut kehilangan kontrolnya. Dalam menerapkan disiplin seperti ini, orang tua menggunakan paksaan –paksaan, bila perlu dengan menggunakan kekerasan fisik atau capur tangan secara fisik.

Orang tua memaksakan suatu aturan kepada anaknya, tidak dengan memberikan penjelasan dengan alasan-alasan pembenarnya. Maka dalam hal ini orang tua dapat merubah aturan setiap hari, sesuai dengan kehendak yang  ingin disampaikan orang tua kepada anaknya.

Dalam model disiplin seperti ini anak ntidak akan tau apa-apa. Anak tidak akan mencintai sekolahnya atau pun keluarganya, malahan akan membangun kebencian , memberontak dan mungkin ketakutan. Situasi seperti ini akan mengakibatkan anak dalam melakukan segala sesuatu dengan tidak benar. Kehendak orang tua yang dipaksakan kepada dengan cara kasar ataupun halus termasuk katagori disiplin dengan ketegasan.

Contoh, orang tua menyuruh anaknya untuk bersalaman dengan semua gurunya, bagi anak usia 3 – 4 tahun, cukup sulit untuk bersalaman kepada semua gurunya. Anak tersebut tidak mau melakukannya tetapi orang tua memaksa untuk melakukannya. Karena terpaksa maka bersalaman itu  dilakukan asal saja/ tidak bermakna, yang penting orang tua tidak banyak ngomel. Anak melakukan itu karena dipaksa oleh orang tuanya. Padahal, dalam memberikan suatu arahan dan bimbingan, tidak dibenarkan dengan cara paksaan, tetapi harus dengan cara berkomunikasi yang baik, sehingga anak tau betul atas tingkah laku yang harus dilakukannya dengan penuh kesadaran.

Dalam mengajarkan sopan santunpun orang tua tidak dibenarkan melakukan dengan cara paksaan.tetapi harus dengan cara yang benar dengan dan dengan pengetahuan yang benar pula. Bila dilakukan dengan cara paksaan anak melakukan sesuatu tingkah laku tidak atas dasar pengetahuan  dan kesadarannya serta anak tidak tahu kenapa hal tersebut perlu dilakukan.


Penulis Tedi Mulyadi .S.Pd.
Guru Sekolah Al-Falah Jakarta
Warga Babakan Raya, Desa Babakan Kecamatan Dramaga, Bogor.


Twitter
Facebook
Diberdayakan oleh Blogger.