header_ads

Upacara Peringatan Hari Ibu

Hari Ibu Tingkat Kota Bogor diperingati Khidmat

Peringatan Hari Ibu ke 85 tahun 2013 tingkat Kota Bogor digelar di Halaman Balaikota Bogor, Senin (23/12/2013), dengan upacara bendera yang dipimpin Inspektur Upacara   Ketua Pengadilan Negeri Bogor Hj. Nirwana, S.H, M. Hum, Sedangkan bertindak sebagai komandan upacara AKP. Siska Dwi MS, SE.

Upacara tidak hanya diikuti kaum  perempuan yang tergabung dalam Organisasi Wanita,   tapi juga kaum laki-laki karyawan/karyawati Pemkot Bogor termasuk pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah),  Camat dan Lurah, Pelajar serta hadir Walikota Bogor Diani Budiarto dan unsur Muspida.

Peringatan Hari Ibu kali ini mengambil Tema “ Kita Tingkatkan Peran Perempuan dan Laki-laki dalam mewujudkan demokrasi  yang partisipatif dan pembangunan yang inklusif “.


Upacara diawali dengan pembacaan sejarah singkat Hari Ibu oleh Hj. Dewi Kurnia dan pembacaan teks Pancasila  Sari Sugiharti dari Natadani Kota Bogor dan pembacaan Pembukaan UUD 1945 Hj. Pipit Agus dari Dharma Wanita Persatuan Kota Bogor. Sementara pasukan pengibar bendera dari PPI (Purna Paskibra Indonesia) Kota Bogor dan paduan suara gabungan organisasi wanita dan paduan suara Korpri Kota Bogor.

Pada kesempatan tersebut Ketua Pengadilan Negeri Bogor Hj. Nirwana, S.H, M.Hum membacakan sambutan tertulis  Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Linda Amalia Sari Gumelar.

Dalam sambutannya Meneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengungkapkan bahwa peringatan Hari Ibu setiap tahunnya selenggarakan untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia, yang telah berjuang bersama-sama kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan dan berjuang meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


Tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan dilandasi oleh cita – cita dan semangat persatuan kesatuan menuju kemerdekaan indonesia yang aman, tentram, damai, adil dan makmur sebagaimana dideklarasikan pertama kali dalam kongres perempuan indonesia pada  tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta.

Peringatan Hari Ibu juga menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan indonesia, telah menempuh proses yang sangat panjang dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukannya dengan kaum laki-laki, mengingat keduanya merupakan asset dan potensi yang turut menentukan keberhasilan pembangunan. (EKA)






Editor: MICHELLE
Diberdayakan oleh Blogger.