Bupati Minta Bongkar Vila Dilanjutkan
Bongkar vila sekaligus babat maraknya prostitusi.
Bupati Bogor Rachmat Yasin
menegaskan jika pembongkaran vila liar di kawasan Puncak tidak hanya
untuk menjaga keberadaan lahan konservasi semata, tapi juga untuk
menghilangkan praktek prostitusi di kawasan wisata andalan Bogor
tersebut.
Hal tersebut dia sampaikan disela-sela
acara rapat minggon atau Rebo keliling (boling) di Grand Cempaka resort,
Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Rabu (22/1/2014). “Saya menertibkan vila liar tidak hanya
untuk menjaga lahan konservasi, saya tertibkan vila liar karena adanya
praktek prostitusi di vila liar tersebut,” katanya.
Menurutnya, keberadaan
vila liar hanya menambah masalah seperti bencana banjir saat ini. Selain
itu, keberadaan vila liar dan praktek prostitusi di Megamendung juga
hanya memberatkan warga sekitar. “Ditambah lagi dengan adanya praktek prostitusi
di vila liar hanya akan menambah dosa untuk warga,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Megamendung Hadijana menjelaskan, sebanyak 34 bangunan liar di Megamendung akan segera dibongkar. “Ada 90 bangunan tidak berizin di
wilayah Megamendung, dari 90 sudah 56 yang dibongkar, tersisa 34
bangunan yang belum dibongkar dan akan segera dilaksanakan
pembongkarannya,” jelas Camat.
Dalam kesempatan ini, Bupati juga
menandatangani prasasti peresmian gedung serbaguna
Kecamatan Megamendung dan Majlis Ta’lim Nurul Iman, Desa Kuta, Kecamatan
Megamendung. Selain itu, secara simbolis Bupati juga menyerahkan kartu
identitas peserta BPJS kesehatan. (cj)
Editor: Sunyoto
