Instalasi Pengolah Air Limbah Masyarakat
Kebiasaan warga diperkampungan yang ada di Kabupaten Bogor yang mandi cuci kakus (mck) di sembarang
tempat masih sering dijumpai, terutama di pedesaan. Menyikapi hal ini,
Pemerintah Kabupaten Bogor tidak akan tinggal diam.
Melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), tahun 2013 telah membangunsebanyak 6 (enam) Istalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) jenis Anaerobic Baffle Reactor (ABR) yang terbuat dari Fibre Glass prefabrikasi berikut tabung Biodigester (instalasi pengolah limbah tinja untuk menghasilkan bio gas) yang dapat dipakai sebagai bahan bakar kompor gas.
Pembangunan yang melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat Desa tersebut dilaksanakan Desa Sukamakmur Kecamatan Ciomas, Desa Ciasmara Pamijahan, Desa Ciudik Kecamatan Cibungbulang, Desa Banyu Asih Cigudeg, Desa Leuwi Baru Kecamatan Rumpin, dan Desa Purasari Kecamatan Leuwiliang.
Menurut Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Bogor, Diyanto,SH mengatakan kegiatan ini merupakan program strategis ini merupakan Sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas) atau dikenal dengan sebutan sanitasi komunal dalam rangka percepatan pembangunan sanitasi permukiman berbasis masyarakat yang ramah lingkungan.
Menurut Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Bogor, Diyanto,SH mengatakan kegiatan ini merupakan program strategis ini merupakan Sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas) atau dikenal dengan sebutan sanitasi komunal dalam rangka percepatan pembangunan sanitasi permukiman berbasis masyarakat yang ramah lingkungan.
"Program ini sejak tahun 2008 dengan latarbelakang kebutuhan
masyarakat pedesaan di wilayah kabupaten Bogor melalui musyawarah
perencanaan pembangunan desa yang tercatat belum memiliki MCK memadai,
baik dirumah maupun lingkungan permukiman," kata Diyanto saat dihubungi, Selasa (7/1/2014).
Pihak DKP, lanjut Diyanto, akan kembali membangun IPAL di 6 (enam) desa pada tahun 2014 ini. Desa yang dituju adalah desa yang rawan sanitasi seperti pola hidup masyarakat yang belum sehat, sebagian besar watga belum memiliki pembuangan limbah yang baik, dan masih adanya pencemaran lingkungan dan sungai oleh limbah manusia. "Bulan Mei 2014 kita akan menggelar pelatihan bagi anggota swadaya masyarakat desa, untuk kemudian kita bangun IPAL sekitar bulan Juni 2014," jelasnya.
Pihak DKP, lanjut Diyanto, akan kembali membangun IPAL di 6 (enam) desa pada tahun 2014 ini. Desa yang dituju adalah desa yang rawan sanitasi seperti pola hidup masyarakat yang belum sehat, sebagian besar watga belum memiliki pembuangan limbah yang baik, dan masih adanya pencemaran lingkungan dan sungai oleh limbah manusia. "Bulan Mei 2014 kita akan menggelar pelatihan bagi anggota swadaya masyarakat desa, untuk kemudian kita bangun IPAL sekitar bulan Juni 2014," jelasnya.
Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL), tambah Diyanto, berjenis Anaerobic
Baffle Reactor (ABR) yang terbuat dari Fibre Glass prefabrikasi yang
tersambung ke tabung Biodigester (instalasi pengolah limbah tinja untuk
menghasilkan bio gas) yang dapat dipakai sebagai bahan bakar kompor
gas. "Gas yang dihasilkan tidak terlalu mudah terbakar seperti elpiji,
sehingga untuk menyalakan kompornya harus memakai korek api dan
tidakbisa memakai bara atau pemantik," jelasnya sambil menunjukan
rancang bangun instalasi itu. (Adv)
7/1/2014
