Jokowi Desak Menteri PU Cairkan Dana Sodetan
Jokowi Desak Kemeterian PU Cairkan Dana Sodetan.
Ditengah derasnya penolakan rencana pembangunan sodetan Cisadane - Ciliwung tak membuat Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo gentar. Jokowi pun rajin mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera merealisasikan pembangunan sodetan Ciliwung – Cisadane di
wilayah Tangerang.
Sodetan berbentuk terowongan sepanjang 1,2 KM itu
diperkirakan dapat mengurangi debit air dari Ciliwung-Katulampa sekitar
40 persen, sehingga tidak akan meluap di Jakarta. “Yang berwenang
membangun sodetan adalah pemerintah pusat melalui Kemen PU, bukan
Pemprov DKI. Mudah-mudahan dapat segera direalisasi untuk mengatasi
banjir di wilayah Ibukota Negara, bukan memindahkan banjir dari Jakarta
ke Tangerang,” kata Gubernur Jokowi di Balaikota, Jumat (24/1/2014).
Menurutnya
hingga kini masih belum mendapatkan persetujuan dari Pemkot maupun
Pemkab Tangerang. Padahal, sodetan itu sudah diperhitungkan tidak akan
memindahkan banjir ke Tangerang. Pihaknya menyerahkan kepada pemerintah
pusat untuk berbicara langsung kepada kepala daerah Banten maupun
Tangerang. “Tapi saya juga perlu bicara dengan Pak Rano, Walikota
Tangerang, dan Bupati Tangerang. Tapi nanti urusan sepenuhnya adalah
Kemen PU,” ujar Jokowi.
Menurut Jokowi, inisiatifnya
bertemu dengan beberapa kepala daerah seperti Gubernur Jawa Barat,
Bupati Bogor, Walikota Bogor, dan Kementerian PU, agar semua rencana
yang telah ada sejak lama bisa terealisasikan. “Melalui pertemuan itu
sudah disepakati membangun dua waduk yakni di Ciawi, Bogor, dan
Sukamahi, Jawa Barat. Untuk pembangunan waduk diputuskan mulai tahun
ini, apalagi bupatinya sangat semangat. Sedangkan sodetan masih alot,”
ungkap orang nomor satu di Jakarta.
Rencana proyek sodetan
Ciliwung – Cisadane yang diajukan Pemprov DKI ke pemerintah pusat,
rencananya berbentuk terowongan besar atau menyerupai deep tunnel
sepanjang 1,2 kilometer. Berdasarkan kajian Balai Besar Wilayah Ciliwung
Cisadane (BBWCC), dengan adanya sodetan, maka debit air di Ciliwung –
Katulampa akan berkurang sekitar 40 persen dari 780 M3 per detik menjadi
490 M3. Kemudian, debit air di Cisadane – Empang berubah dari 810 M3
per detik menjadi 970 M3 serta Cisadane – Pasar Baru berubah dari 1.600
M3 per detik menjadi 1.900 M3. (rsd)
Editor: Handi Rsd
