header_ads

Kota Bogor Berpeluang Terkena Bencana Alam


 Status siaga darurat berlaku hingga bulan April.

Bencana alam berupa banjir dan dan longsor masih mengintai Kota Bogor, saat ini sudah puluhan rumah warga dan jiwa sudah menjadi korban bencana longsor dan sejumlah Kepala Keluarga (KK) pun harus dievakuasi karena rumahnya rusak berat akibat bencana.

Ketua Tanggap Siaga Bencana (Tagana) Kota Bogor, Surya Kelana Putra mengungkapkan cuaca ekstrem ini akan mencapai puncaknya pada Februari nanti. Namun demikian, untuk siaga darurat diberlakukan hingga April mendatang. "Cuaca ekstrem ini masih terus berlanjut, bahkan dikhawatirkan puncaknya yang akan terjadi Februari nanti. Malah, untuk status siaga daruratnya berlaku hingga bulan April nanti," terang Surya, Jum'at (24/1/2014).

Menurutnya, bencana tanah longsor pun terus terjadi di sejumlah wilayah Kota Bogor. Rumah-rumah milik warga terutama mereka yang tinggal di kawasan padat penduduk dan berada di daerah tebingan, banyak yang ambruk dengan kondisi yang tak sedikit mengalami kerusakan parah. Namun beruntung, hingga saat ini belum tercatat adanya korban jiwa.

Berdasarkan data yang ada di Tagana Kota Bogor, bahwa terhitung sejak 11-20 Januari kemarin telah terjadi sebanyak 43 peristiwa bencana. Dimana 30 diantaranya berupa tanah longsor dan satu banjir lintasan, dengan 12 rumah warga yang mengalami roboh. Akibatnya, sebanyak 115 KK dengan total 435 jiwa menjadi korban. Bahkan khusus untuk Selasa (21/1) kemarin saja terjadi tujuh kejadian longsor yang tersebar di beberapa wilayah. (red)


Data Bencana Tagana Kota Bogor 

11-20 Januari 2014 
Kejadian : 43 bencana
Bencana Longsor : 30
Banjir Lintasan : 1
Jumlah Kepala Keluarga (KK) : 115
Total Jumlah jiwa : 435.

Data Sementara Bencana

Selasa (21/1) 

1. Kecamatan Tanah Sareal: 
* Longsor di Kelurahan Kedung Waringin RT 2/15 menimpa rumah milik Yoyoh (5 jiwa), Umar (6 jiwa), Nurdin (5jiwa), dan Yati (3 jiwa) mengakibatkan rumah warga ambruk
* Longsor di Cibadak, Kukupu RT 2/9 menimpa rumah milik Anin (3 jiwa), mengakibatkan kondisi rumahnya rusak

2. Kecamatan Bogor Barat: 

* Longsoran tanah pemakaman keluarga di RT 4/8 Cilendek timur menutup saluran air Kali Keramat dan pohon tumbang
* Longsor di RT 2/14 Kelurahan Curug, satu rumah rusak ringan

3. Kecamatan Bogor Tengah: 

* Longsor tebingan pohon bambu di RT 3/10 Kelurahan Ciwaringin, mengancam satu rumah milik Heri (4 jiwa), Anton (3 jiwa), dan Ramdon (3 jiwa).
* Longsor di RT 6/6 Kelurahan Tegallega menimpa sebuah rumah

4. Kecamatan Bogor Timur: 

* Satu rumah milik Dedi di RT 6/8 Kelurahan Baranangsiang, ambruk dan rusak parah bagian atap depan serta (3 jiwa plus satu bayi tiga bulan)

5. Kecamatan Bogor Selatan: 

* Empat unit rumah atas nama Herman (8 jiwa), Jumadi (4 jiwa), Hendi (7 jiwa), dan Dedi serta Anwar (masing-masing 3 jiwa) mengalami Kerusakan akibat longsor di bagian
belakang rumahnya

 


Sumber Tagana Kota Bogor
Diberdayakan oleh Blogger.