header_ads

Lestarikan Budaya Sejak Dini

Memperkenalkan budaya bangsa sejak dini membutuhkan ketekunan.
Pergeseran budaya dari pengaruh asing di jaman yang sudah modern ini tak luput akan mengancam kebudayaan indonesia. Guna mencegahnya diperlukan upaya yang serius dalam melestarikan budaya luhur bangsa kepada generasi penerus sejak dini.

Seperti yang telah dilakukan Ayundi Sri Lestari dalam membimbing tak kurang dari 100 orang anak didik yang rata-rata dibawah usia 10 tahun melalui kegiatan pembinaan dan pengenalan terhadap kebudayaan lokal.

Meskipun dalam penerapan kepada anak didik memerlukan waktu dan kesabaran, lanjutnya, akan tetapi ini tidak menjadi kendala untuk terus membina dan memperkenalkan tarian tradisional nusantara sesusai slogan Ayundi, Tak kenal maka tak sayang.
Ayundi mengatakan kebudayaan yang ada di Indonesia harus dipertahankan, dikembangkan dan dibudayakan karena ini adalah salah satu titipan nenek moyang kita. "Pembelajaran dan pembinaan terhadap anak didik saya, tak lain hanya untuk melestarikan kebudayaan yang ada," ucap Ayundi dikantornya, Selasa (28/1/2014) siang.

Dirinya menambahkan, beberapa tarian tradisional yang diperkenalkan kepada anak didiknya itu berupa seni tari, diantaranya Tari Bali, Tari Jaipong dari Jawa Barat, Gambiyong, Bondan, Serimpi, Rantoyo Putri dari Jawa Tengah, Tari Piring, Badiding dan Tari Payung dari Sumatera Barat serta tarian khas dari daerah Kalimantan.

 "Kita memang harus sabar untuk melatih mereka, karena kalau bukan kita siapa lagi" ucapnya singkat. Program ayundi rata - rata 6 bulan yang mana lebih kepada evaluasi peningkatan dari dasar, mahir, terampil hingga menjadi senior," pungkasnya. (eric)



Editor: MICHELLE
Diberdayakan oleh Blogger.