header_ads

Pemkab Bogor Akan Relokasi Korban Bencana

Bencana tanah longsor akibat pergesaran tanah di Sukamakmur.

Sejumlah 118 rumah terkena longsor di Kp Gobang Desa Cibadak Kecamatan Sukamakmur, 17  Rumah  di Kp Cikoneng Babakan, 9 rumah Kp. Pasir Gombang Desa Sirna Jaya, serta  3 rumah Kp. Ganda Desa Sukawangi, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, jalan yang menjadi akses masyarakat pun amblas akibat pergesaran yang mengakibatkan akses masyarakat pun terputus. 

Wakil Bupati, Hj. Nurhayanti bersama Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor Syarifah Sofiyah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Yos Sudrajat, Kapolres Bogor AKBP Asep Syaifudin serta perwakilan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Bina Marga dan pengairan mengunjungi lokasi bencana, kemarin. 

Dilokasi terparah yang terkena bencana, tepatnya di Kampung Gobang Desa Cibadak, Hj. Nurhayanti di dampingi Camat Sukamakmur Zaenal azhari, mengatakan dari 40 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor, hingga saat ini 27 Kecamatan Rawan bencana dan ini merupakan titik ke 76 yang terkena bencana, maka Pemerintah Kabupaten Bogor akan segera mengambil solusi penanganan pasca bencana kedepannya bila terjadi bencana kembali Pemkab Bogor akan tanggap darurat. 

Dirinya menegaskan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Bappeda Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman (DTBP) akan segera merelokasi tempat tinggal mereka yang terkena tanah longsor akibat pergeseran tanah agar para korban tersebut mendapatkan tempat tinggal yang layak seperti sebelum nya dan Akses jalan pun akan segera kami perbaiki melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan. 

“Pemerintah Kabupaten Bogor akan segera merelokasi 118 rumah yang hancur akibat tanah longsor serta beberapa setelah dipelajari oleh Bappeda dan DTBP, untuk sementara Pemkab Bogor telah menyediakan hunian sementara(Huntara) untuk para korban yang rumah nya hancur untuk menunggu relokasi rumah mereka, dan untuk akses jalan yang rusak sepanjang 400 Meter secepat Bina marga dan Pengairan akan menyelesaikan masalah tersebut, karena akses jalan juga merupakan hal terpenting agar masayarakat dapat berkomunikasi dengan daerah sekitar, “Tambahnya.

Camat Sukamakmur, Zaenal Azhari menjelaskan klonologis bencana tanah longosr itu terjadi pada Jumat, (17/1) tanah di Kampung Gobang Desa Cibadak sudah bergeser yang mengakibatkan 16 rumah retak,  lalu pada dua hari kemudian Minggu (19/1) bertambah menjadi 30 rumah.

"Hal ini di perparah oleh guyuran hujan yang sangat lebat, sehingga pada Kamis (23/1) sudah ada 118 rumah yang rusak. Pemerintah Sukamakmur bersama BPBD Kabupaten telah mengevakuasi masyarakat yang tinggal di Desa Cibadak dengan menyediakan posko di kantor desa, namun warga memilih tinggal bersama sanak saudara nya di Desa sekitar yang tidak terkena longsor hingga kondisi membaik dan mereka juga khawatir ada bencana susulan,”Jelasnya.

Terpisah, Seorang warga desa Cibadak Ade Supriyatna (36) mengaku pasrah akan bencana yang terjadi padanya sehingga rumahnya rusak sedang untuk sementara dia dan keluarga tinggal di rumah saudara mereka di Desa Sukaharja. 

Hingga Kamis (23/1)  Fasilitas Umum yang Rusak akibat tanah longsor mushola 3 bangunan, Masjid 1 Bangunan, Majlis Ta’lim 1 Bangunan, Madrasah Itidayah 2 Bangunan, MTS 1 bangunan, serta bantuan untuk korban bencana yang masuk hingga Jumat (24/1) berupa  8 karung beras dari PMI dan BPBD,  47 buah Kidware, lauk pauk 16 paket, mie Instan 15 dus sandang 22 paket selimut 10 paket dan terpal 4 lembar yang semuanya berasal dari BPPBD Kabupaten Bogor. (ice)




Editor: Annisa R

Diberdayakan oleh Blogger.