header_ads

Pertamina Mainkan Harga LPG

Pedagang Dan Pembeli Protes Harga Gas Elpiji Naik Lagi

Pedagang gas eceran di Cibinong Bogor resah harga gas elpiji tabung 3 kilogram akan melambung, dari semula Rp15 Ribu/tabung akan menjadi Rp17 Ribu hingga Rp18 Ribu. Dokhawatirkan kenaikan ini nantinya bisa menuai protes warga pelanggan.


Farel (48), Pedagang eceran gas elpiji di Bojong Baru mengungkapkan sejak awal Januari 2014 dirinya menjual seharga Rp.16.000/tabung gas elpiji 3 kilogram kepada pelanggannya. Sedangkan gas elpiji tabung 12 kilogram dijualnya Rp160 ribu/tabung. 
 


"Sebagian besar pelanggan saya menggunakan gas 3 kilogram, karena yang 12 kilogram mahal. Biasanya sehari terjual 30 hingga 40 tabung gas ukuran 3 kilogram, sedangkan pesanan gas ukuran 12 Kg turun hanya sekitar 8 hingga 10 tabung gas saja yang pesan. Apalagi saya dengar akan naik lagi harganya,” katanya.

Terpisah, Heni (35) ibu rumah tangga warga Bojong Baru mengeluh saat ini dirinya membeli gas 3 kilogram seharga Rp16.000/tabung. "Kemarin saja sudah naik seribu rupiah, kalalu mau naik lagi bisa tambah pusing saya mengatur uang beolanjanya," keluh istri Sopir angkot 35 ini.

 

Sanksi Tegas

Pihak Pertamina akan memberi sanksi tegas kepada agen nakal. “Sanksi tegas mulai dari skorsing pasokan selama tiga bulan sampai dengan pemutusan hubungan usaha (PHU),” terang Vice President Communication Corporate Pertamina Ali Mundakir, dilansir Poskota (4/1/2014).

Menurutnya, penyesuaian harga yang dilakukan terhadap gas 12 Kg karena bukan gas subsidi. Selama enam tahun sejak Oktober 2009 tidak pernah menaikkan harga hingga Pertamina merugi sampai Rp22 triliun.

Sementara, Syarifuddin, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Hanura mendesak pemerintahan SBY-Boediono, agar mau mendengar keluhan rakyat kecil yang mengalami dampak kenaikan harga gas elpiji. “Dulu ketika masyarakat masih memakai minyak tanah dan kayu bakar, mereka digiring untuk memakai gas elpiji dengan alasan lebih murah. Setelah mereka beralih ke gas, kini harganya dinaikkan seenaknya sendiri, dengan alasan rugi” tegasnya. (als)





Editor: Alsabili


Diberdayakan oleh Blogger.