Swasembada Sapi Perlu Pengawasan
Pengawasan swasembada sapi harus dilakukan kontinyu.
Pemerintah beberapa tahun yang lalu telah menggulirkan program swasembada sapi. Kendati program tersebut sudah mulai direalisasikan, namun belum
menghasilkan hal-hal yang diharapkan.
Pengajar
Fapet, Unpad, Rochadi Tawaf dalam keterangan pers mengatakan kendala yang terjadi dalam program swasembada sapi
diantaranya tidak digarap secara intensif terhadap bibit dan prosesing
daging.
Terkait dengan kondisi tersebut, jelas Rochadi, disarankan untuk bibit sapi dasar
sebesar 5 persen harus dikuasai oleh pemerintah dengan pengendali BUMN.
Fasilitasi bibit, direalisasikan oleh pihak Pemerintah Daerah.
"Namun disayangkan, bantuan tersebut tidak diawasi secara kontinyu.
Fasilitasi bibit sapi baru terbatas hanya penyerahan bantuan. Berkenaan
dengan masalah tersebut, pihak Pemda Jabar melalui Bappeda Prov.Jabar
telah mempunyai komitmen untuk menyempurnakan bantuan tersebut," jelasnya, kemarin.
Pihak Bappeda Prov.Jabar, lanjut Rochadi, sudah berkoordinasi dengan pihak Fapet
Unpad. Adapun salah satu hal yang dikoordinasikan adalah soal model
pengembangan bantuan bibit sapi. (red)
Foto dokumentasi/Rilis Humas Pemprov Jabar
