Puskesmas Cijeruk Tolak Pasien DBD
Puskesmas Tolak Pasien Demam Berdarah Denque (DBD)
Gencarnya sosialilasi BPJS Kesehatan selama tahun 2013 lalu, hingga pelaksanaan yang dimulai awal tahun ini, ternyata belum menjamin pelayanan kesehatan bagi masyarakat menjadi lebih baik. Hal ini terbukti masih adanya Puskesmas yang nekat menolak pasien.
Salahsatunya, Yanto (61), pria paruh baya warga kampung Cipicung, Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor yang terjangkit penyakit Demam Berdarah Denque (DBD) yang ditolak oleh petugas Puskesmas Cijeruk saat dirinya hendak meminta pertolongan pengobatan.
Menurut keterangan anak pasien, Saripudin, tubuh bapaknya bertambah lemas tak berdaya dan butuh pertolongan medis segera. Hal ini terbukti saat dirinya hendak ke kamar mandi dirumahnya. "Didalam kamar mandi, orang tua saya ternyata sedang dalam keadaan lemah berposisi duduk sembari tangannya memegang kayu untuk mencari kekuatan," ungkapnya, (Kamis (30/1/2014).
Melihat kondisi itu, Sarip mengaku terkejut dan melarikannya ke Puskesmas terdekat untuk diperiksa. "Tadinya saya mau mandi, begitu buka pintu saya kaget melihat bapak terkulai lemah, saya langsung bawa bapak ke Puskesmas Cijeruk," kisahnya.
Namun oleh pihak puskesmas, lanjut Sarip, pasien ditolak dengan alasan peralatan dan obat-obatan di Puskesmas tidak lengkap, selanjutnya pihak Puskesmas hanya memberikan surat rujukan untuk dibawa ke RSUD Ciawi. Keluarga pasien tak berdaya saat pihak Puskesmas hanya memberikan surat rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, padahal saat itu Yanto sudah dalam kondisi kritis yang memerlukan tindakan medis segera.
Saat dihubungi, Ketua Gerakan Persaudaraan Putra Pribumi (GPPP) Bogor Raya, H.Rachmat Gunawan mengaku sangat prihatin atas sikap pihak Puskesmas Cijeruk yang menolak pasien tanpa dilakukan tindakan pertama. "Ini namanya melemparkan tanggung jawab, seharusnya pasien diberikan tindakan medis terlebih dahulu setelah itu silahkan dirujuk apabila memang peralatan tidak memadai," kecamnya.
Dirnya juga mengingatkan, Bupati Bogor saat rapat minggon atau Rebo Keliling (Boling) di Kecamatan Cijeruk, Rabu (12/12) lalu pernah meminta kepada pihak Puskesmas untuk melayani kesehatan warga secara baik. "Saat itu Bupati menegaskan dihadapan Camat dan Muspika kecamatan Cijeruk, bahwa pelayanan kesehatan jangan menunggu bangunan baru atau peralatan baru saja, tapi pelayanan harus dilakukan sebaik mungkin," tegas H. Rachmat Gunawan. (eric)
Editor: Annisa
