Usmar Hariman: Daya Resap Air Telah Masuk Titik Jenuh
Mengantisipasi genangan dan sumbatan saluran air dan drainase yang buruk di Kota Bogor, harus dilakukan upaya pemeliharaan melaui pengerukan dan normalisasi saluran, baik oleh pemkot maupun masyarakat di Kota Bogor.
Genangan air akan mudah terjadi akibat permukaan tanah pada posisi saat ini yang terus diguyur hujan, sehingga menyebabkan daya resap tanah mencapai titik jenuh air. Hal itu disampaikan Wakil Walikota Bogor terpilih Usmar Hariman, Jumat (24/1/14).
“Jika sudah sampai pada titik ini, hujan dengan intensitas kecilpun akan menyebabkan genangan. Oleh karenanya, upaya pemerintah melakukan pemeliharaan drainase kota perlu ditingkatkan dengan pengerukan dan normalisasi saluran,” ungkap Usmar.
Dikatakannya lebih lanjut, upaya itu juga harus dilakukan pula pada saluran di perumahan atau pemukiman2 dan perkampungan. Dengan upaya tersebut. “Walaupun intensitas hujan tetap tinggi, yang diprediksi hingga februari bahkan bulan maret, genangn2 air akan dapat dihindari,” katanya.
Dipaparkan Usmar, bakhan sebaliknya, apabila drainase buruk dan tersumbat, maka jalan2 akan menjadi sungai2 baru saat hujan. Salah satu sebabnya menurut dia, adalah akibat aliran air yang tidak mampu diserap tanah (runoff) yang diakibatkan tanah sudah jenuh air.
Langkah kedepan jelas Usmar, selain pemeliharaan drainase yang terstruktur hirarkinya sesuai kapasitas tingkat kejenuhan tanah dan tekstur tanah, juga perlu ditingkatkan pembuatan sumur resapan yang memenuhi syarat teknis sesuai kondisi lapisan tanah didalamnya.
“Ini akan menjadi solusi mengurangi terjadinya aliran air permukaan akibat intensits hujan yang tinggi dan rendahnya RTH. Kedepan dengan insetif pemerintah, seluruh rumah wajib membuat sumur resapan disesuaikan dengan luasan lahan yg dimiliki,” tutup Usmar. (red)
