header_ads

WALHI Desak BLH Reklamasi Zona Puncak

Lahan eks vila akan dibangun lubang Biopori


Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jawa Barat mendesak agar kawasan Puncak Bogor dijadikan kawasan konservasi dengan pohon ekoligis yang memperkuat struktur tanah yang berpangaruh terhadap lingkungan hidup. 

Direktur Eksekutif WALHI Jabar Dadan Ramdan mengatakan Pemerintah Kabupaten Bogor harus merehabilitasi kawasan puncak menjadi daerah resapan air, seiring menuntaskan pembongkaran vila yang belum sempat didata tahun 2013. 

"Kawasan puncak harus memenuhi ketentuan bangunan yang diberikan ijin hanya 20 persen saja, dan 80 persennya adalah daerah resapan air. Pemkab Bogor jangan mengeluarkan perijinan bangunan lagi di kawasan itu, dan tata ruang perlu direvisi untuk kepentingan lingkungan hidup," kata Dadan Ramdan saat dihubungi, Jum'at (3/1/2014) malam.  

Berkaitan dengan agenda BLH Kabupaten Bogor untuk membangun lubang biopori, sumur bioretensi dan menanam pohon, WALHI menilai tindakan itu merupakan solusi jangka pendek yang belum menjawab persoalan bencana banjir secara signifikan dan dampak bencana yang lebih kompleks. "Namun sebagai upaya mitigasi dari BLH Kabupaten Bogor ini didukung WALHI Jabar," tambah dia.

Menurutnya, solusi terbaik rehabilitasi yang perlu dilakukan pemerintah adalah dalam bentuk reklamasi, yakni mengembalikan hutan konservasi, hutan lindung dan hutan produktif jangka panjang sesuai RTRW Bopuncur dan Kabupaten Bogor. 
"Idealnya, seluas 1 hektar lahan ditanami 40 pohon sesuai kontur tanah. Sedangkan sumur Bioretensi harus dibangun berdiameter 1 meter dengan kedalaman 2,7 meter," jelasnya.

BLH Kabupaten Bogor harus menyiapkan pohon jenis ekologis, seperti Rasamala, Puspa, Jamujuk, Manglit, dan Beringin/Caringin atau pohon endemik jawa barat dalam jumlah besar. "Pohon jenis ini memliki kelebihannya menyerap air, untuk menyiapkan oksigen, menyerap karbondioksida dan menyerap emisi dari pencemaran udara," imbuh Dadan.

Dadan Ramdan menambahkan, tanaman produktif yang tepat untuk ditanam adalah jenis buah Nangka, Advokat dan Manggis yang melibatkan masyarakat secara langsung melalui penanaman, perawatan dan penikmat hasilnya kelak. 

Sebelumnya diberitakan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bogor akan melaksanakan pembangunan lubang biopori sebanyak 10.000 di kawasan Puncak, pembuatan sumur bioretensi sebanyak 647 buah dan penanaman pohon pada pertengahan Januari 2014. Jenis pohon yang akan ditanam BLH meliputi tanaman produktif, seperti sayuran atau palawija serta tanaman keras, seperti pinus, jati dan lainya. (ice)




Editor: Annisa R

Diberdayakan oleh Blogger.