header_ads

Bencana Tanah Retak Desa Pababong

Tanah retak, 20 kepala keluarga dievakuasi ketempat aman. 

Bencana alam masih terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, sedikitnya 17 rumah mengalami retak-retak di bagian dinding, lantai, dan halaman rumahnya di Kampung Menir, RT.003/06, Desa Pababong, Kecamatan Leuwiliang, Kamis (6/2) malam. 

Camat Leuwiliang Yudi Santoso menyampaikan bencana tanah retak terjadi di tebing setinggi 12 meter sehingga warga disekitar lokasi segera dievakuasi. Pihaknya sudah melaporkan kejadian ke Pemerintah Kabupaten Bogor.

Pihaknya berjanji segera melakukan relokasi 20 KK tersebut, sedangkan 17 rumah yang retak-retak itu semuanya tak layak huni. “Retakan tanah terjadi setelah tebing setinggi 12 meteran longsor. Akibat kejadian ini 20 KK terpaksa diungsikan ke rumah kerabat atau tetangganya. Warga juga setuju direlokasi ke rencana pembangunan hunian sementara,” kata Yudi Santoso.

Pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor kini tengah berupaya mencari lahan kosong buat  menampuang 20 KK yang rumahnya tak bisa lagi ditempati. “Kalau dipaksakan untuk ditempati dikhwatirkan bakal  terjadi retakan, sebab  pergereseran tanah masih sering terjadi sejak Kamis malam,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor, M. Makmur Rozak mengatakan pihaknya sudah mengirimkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi bencana di Pamijahan. “Saat ini kami masih fokus menangani 593 jiwa dari 156 KK yang menjadi korban retakan tanah di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur. Kita diberi target paling cepat April sudah selesai buat menampung 156 KK,” katanya. (unan)




Editor: Alsabili

Diberdayakan oleh Blogger.