header_ads

Kriteria Nilai Dongdang 2014

Keindahan, keserasian dan busana sesuai nilai adat dan Islami. 
.
Menyusul kritik tajam dari sejumlah kalangan budayawan Bogor yang mendesak perlunya mengembalikan nilai budaya melalui inovasi helaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) berkomitmen untuk menyuguhkan Festival Dongdang 2014 bukan sekedar even yang terkesan mubazir dan mudhorat.

Usai membuka rapat dewan juri yang berlangsung diruang rapat Disbudpar, Rabu (5/2/2014) sore, Kepala Disbudpar Rahmat menegaskan helaran yang akan digelar 22 Februari mendatang sarat dengan inovasi yang mengedepankan kearifan lokal. "Kita sudah mengundang 26 Kabupaten dan Kota se Jawa Barat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan bernuansa islami, yakni Maulid Nabi Muhammad Saw," tegas dia.

Dilokasi yang sama, Ketua Dewan Juri Festival Dongdang 2014, Beddy Iriawan mengatakan secara fisolofi helaran ini merupakan budaya  yang wajib dilestarikan ditengah-tengah generasi penerus bangsa dengan mengedepankan kearifan lokal, sehingga budaya asing yang merebak dinegeri ini dapat dibendung. "Di era modern ini perlu digiatkan helaran budaya yang memiliki nilai - nilai luhur kehidupan masyarakat kita yang original, seiring inovasi perlu dilakukan disetiap helarannya," jelasnya.

Dirinya juga mengungkapkan, dewan juri sudah menetapkan 3 (tiga) kriteria penilaian yang meliputi Keindahan, Keserasian, dan Busana. Untuk busana ada dua kriteria khusus berupa busana muslim atau busana adat yang disesuaikan dengan standar penilaian serta mengacu pada nilai - nilai Islami dan adat itu sendiri.

Disinggung mengenai ukuran dongdang yang tidak sama, dirinya mengatakan bahwa penilaian bukan dari segi ukuran dongdang akan tetapi bagaimana penampilan berbusana, keserasian dan keindahan.  Para dewan juri, lanjut Beddy, terdiri dari 25 orang yang berasal dari unsur akademisi, budayawan, seniman, pemuda, tokoh ulama, dan tokoh masyarakat.
"Silahkan saja isi dongdang menampilkan hasil bumi atau hasil kerajinan lokal, seperti sayur mayur atau sepatu Ciomas, misalnya, yang terpenting memenuhi ketiga unsur penilaian dari dewan juri" imbuh dosen Unida ini. 

Saat dihubungi, budayawan Kota Bogor menyambut baik inovasi yang dilakukan Pemkab Bogor terhadap rencana mengundang 26 Kabupaten dan Kota se Jawa Barat sebagai peserta partisipasi. Hal ini dinilai tepat untuk lebih menggaungkan kebudayaan Sunda yang dikaitkan dengan Mauid Nabi. "Dengan melibatkan seluruh daerah di Jabar ini diharapkan dapat menjadi motivasi maupun inspirasi bahwa kegiatan Dondang bisa juga digaungkan didaerah masing-masing. Namun, bukan hanya menonjolkan festival atau evennya saja melainkan mengedepankan nilai budaya luhur Sunda," katanya. (ice)


Beddy Iriawan, helaran Dongdang merupakan budaya  yang wajib dilestarikan.


Editor: Alsabili

Diberdayakan oleh Blogger.