Menyoal Rencana Pemisahan Aset PDAM Tirta Asasta
Pemkab Bogor menantikan PDAM Tirta Asasta.
Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan siap untuk melepaskan asetnya yang ada di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan, namun pihak PDAM Tirta Asasta Kota Depok terkesan masih mengulur waktu.
Wakil Bupati Bogor, Nurhayanti mengatakan hingga saat ini pihak PDAM Tirta Asasta belum melakukan kordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Bogor guna melanjutkan pembicaraan pemisahan asset tersebut. “Saat saya menjadi dewan pengawas PDAM Tirta Kahuripan, memang sempat ada pembicaraan dengan PDAM Tirta Asasta tentang pemisahan asset ini. Namun sampai saat ini, belum ada kelanjutan dari pembicaraan awal tersebut,” katanya, Jum'at (31/1/2014).
Dirinya menjelaskan pada tahap awal pembicaraan antara PDAM Tirta Kahuripan dan PDAM Tirta Asasta tersebut, memang ada hal-hal yang perlu dibicarakan secara khusus dan butuh pertimbangan yang matang. Namun demikian, pertemuan kembali untuk membahas hal tersebut sampai saat ini belum terjadi.
Dirinya menjelaskan pada tahap awal pembicaraan antara PDAM Tirta Kahuripan dan PDAM Tirta Asasta tersebut, memang ada hal-hal yang perlu dibicarakan secara khusus dan butuh pertimbangan yang matang. Namun demikian, pertemuan kembali untuk membahas hal tersebut sampai saat ini belum terjadi.
Seandainya pemisahan asset tersebut terjadi, ujar Hj Nurhayanti, PDAM Tirta Kahuripan akan kehilangan sekitar 50 persen pelanggannya. Namun demikian, hal tersebut tidak menjadi masalah bagi PDAM Tirta Kahuripan. “Pasalnya, PDAM Tirta Kahuripan akan lebih fokus pada rencana 80 ribu penyambungan baru. Kita berharap, target tersebut bisa dicapai oleh PDAM,” katanya. (ndi)
Editor: Annisa
