header_ads

Hindari Dampak Jerat Rentenir

BOGOR - Antisipasi rentenir masuk kampung guna warga terhindar jerat hutang. 

BERITA BOGOR - Himpitan hidup dapat menjerumuskan individu untuk menempuh jalan pintas memperoleh dana pinjaman atau modal dagang melalu bank keliling atau rentenir tanpa berfikir jernih lagi terhadap dampak dan resiko kedepannya.

Camat Bojonggede Nday Zakarsyi selalu menyampaikan kepada jajaran maupun masyarakat disetiap pertemuan warga maupun pengajian untuk mewaspadai pengaruh bank keliling di lingkungan masyarakat. "Diperlukan kesadaran warga untuk menolak pinjaman uang dari rentenir, sebab dampaknya hutang pokok yang tak terbayar akan berlipat ganda lantaran bunga berbunga sehingga bukannya menyelesaikan masalah malah menambah masalah," tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/3/2014). 

Pihaknya mendesak kepada pengusaha di wilayah Kecamatan Bojonggede menggulirkan program Coorporate Social Responsibilty (CSR) melalui kerjasama dengan Kades dan Rt dan Rw dalam bentuk penyaluran beasiswa, bantuan modal usaha kecil, pemodalan koperasi simpan pinjam desa dan bantuan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dalam ajaran agama melarang praktik riba dan dalam Al Qur'an (Surah Al-Baqarah ayat 2:278) menyatakan "Hai orang-orang yang beriman untuk bertakwa kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman".

Pihaknya juga mendorong kepada seluruh Kepala Desa yang ada di wilayah kerjanya membentuk forum masyarakat yang melibatkan unsur Badan Pemerintahan Desa (BPD) tokoh ulama dan masyarakat desa guna mengantisipasi jerat hutang piutang. "Forum ini sudah berjalan di Desa Kedung Waringin Kampung Kedung Jiwa yang diketuai oleh ustad Masturo. Saya berharap semua desa di Bojonggede juga membentuk forum itu dan menggandeng pihak swasta melalui CSR dan memanfaatkan PNPM pinjaman bergulir," himbau Camat.

Sebelumnya Ketua LSM Bela Negara tingkat Kabupaten Bogor Edi Suhedi menyoroti sejumlah temuan kasus bank keliling yang menjerat warga di pedesaan semakin meresahkan, sehingga mendorong pihaknya melakukan telaah terhadap dampak dan antisipasinya. "Tahun 2012 sudah diintruksikan oleh Bupati Bogor agar seluruh Kades dan jajarannya mengantisipasi bank keliling masuk kampung, oleh karenanya para Camat harus melanjutkan intruksi ini kepada Kades terpilih agar warganya tidak terjerat rentenir," ungkapnya. (ice) Editor: Annisa
.
Diberdayakan oleh Blogger.