header_ads

BPK Datang Jangan Sungkan Merinci

BERITA BOGOR - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat di ibaratkan dokter dalam mendiagnosa pasien, dimana si pasien harus mengemukakan semua keluhan agar dokter dapat mengetahui dan memahami penyakitnya untuk  kemudian dokter akan memberikan obat sesuai penyakit si pasen.

Hal ini disampaikan Kepala BPK Perwakilan Jabar, Cornell Syarief Prawiradiningrat saat menyampaikan arahan kepada peserta Musrenbang Tahun 2015 Tingkat Provinsi Jawa Barat, Selasa (15/4/2014), di Bandung, Jawa Barat. "Apabila Tim BPK datang memeriksa, maka seyogianya diinformasikan secara rinci dan jelas dan tidak ada sesuatu yang disembunyikan, sehingga putusannya nanti menjadi jelas," tukasnya.

Menurutnya, kegiatan pemeriksaan yang dilakukan selain BPK, seperti pemeriksaan oleh inspektorat, maka hendaknya inspektorat harus melakukan pemeriksaan secara benar. Manakala ditemukan penyimpangan maka lakukan pembinaan dan meluruskan, sehingga apabila datang pihak BPK segala sesuatunya telah baik.

"Oleh karena pentingnya inspektorat untuk pengawasan, maka disarankan memilih pejabatnya yang memiliki kualifikasi baik. Saya merasa prihatin, bahwa di Jawa Barat ini baru tiga daerah yang mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualiaan (WTP) sedangkan di provinsi lain, ada yang sudah mencapai 10 daerah berpredikat WTP," jelasnya.

Dirinya juga mengingatkan bahwa predikat WTP itu buka saja dihasilkan dari pemeriksaan pelaporan keuangan dan asset saja, tapi juga Pemerintahanyapun harus Good Govermment and clean Goverment pula. (red)
Diberdayakan oleh Blogger.