Pol PP Belum Konsisten Kawal Nobat
BERITA BOGOR - PSK akan di bawa Balai
Kesejahteraan Sosial (BKS) dibawah kordinasi Dinsosnakertrans. Sekitar 40 botol minuman keras sejenis Ciu yang disita akan dilimpahkan kepada Polres Bogor.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) bersama anggota TNI dan Polri kembali menjaring 24 wanita yang diduga PSK di hotel Budi Luhur dan Dian Wisata, hotel Cibinong 2. Pasalnya ke-24 wanita muda itu ditemukan sedang berduaan didalam kamar hotel bersama pria, bukan suaminya.
Kasie Dalops Satpol-PP Kabupaten
Bogor, Ruslan menjelaskan kegiatan penertiban ini sesuai dengan program
Nonggol Babat agar Kabupaten Bogor bersih dari perbuatan maksiat. "Kami dapat laporan
dari masyarakat tentang tempat kumpulnya PSK
dan juga tempat penjualan Minuman Keras,
oleh sebab itu kita tindak lanjuti dan ini merupakan program Bupati
Bogor yaitu Nobat yang harus kita jalankan,” jelasnya dilokasi, Sabtu Malam, (19/4).
Terpisah, Ketua Gerakan Persaudaraan Putra Pribumi (GPPP) Bogor Raya, H. Rahmat Gunawan menyampaikan apresiasi kepada Satpol PP Kabupaten Bogor, TNI dan Polri yang telah melaksanakan amanat program Nobat. Namun demikian, Satpol PP dinilai belum konsisten mengawal program Nobat masih adanya kebocoran informasi saat razia belum digelar harus dilakukan evaluasi internal dan sanksi tegas.
"Saat operasi
ini sempat terjadi kebocoran informasi sehingga petugas tak berhasil merazia PSK yang berada di biliar di
Tamansari. Tak hanya itu masih adanya oknum petugas yang membekingi praktik bisnis maksiat perlu dibersihkan dari kesatuan atau dipecat atas dasar indisipliner," desak H.Rahmat Gunawan.
Saat disinggung adanya wartawan senior yang belum lama ini mengintimidasi PNS agar PSK yang sudah dijaring Satpol PP didesak untuk dibebaskan kembali, padahal sudah dalam karantina di Panti Pasar Rebo. H.Rahmat Gunawan berjanji akan melaporkan hal tersebut kepada Dewan Pers yang berkedudukan di Jakarta. "Itu namanya wartawan tak tahu diri, seharusnya memberikan tauladan, kita akan laporkan kepada Dewan Pers bila itu terjadi lagi," tegasnya kepada Berita Bogor.
Dirinya juga meminta kepada Bupati Bogor untuk tegas memerintahkan Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor untuk menutup hotel yang kerap dijadikan maksiat. "Sejak tujuh tahun silam hotel cibinong memang dijadikan maksiat. Padahal
masyarakat sekitarnya agamis dan sering menggelar majelis ta'lim. Hotel itu tak membawa berkah bagi masyarakat jadi hotel maksiat segera ditutup. Itu pun bila Bupati mau konsisten terhadap program Nobat," ungkap Ketua GPPP Bogor Raya yang juga Ketua Tim Advokasi FUI Bogor Raya. (als) Editor: Arienta