header_ads

Waspadai Modus Jual Beli Suara Pemilu 2014

BOGOR - PPK Jonggol sangat berharap PPS tidak melakukan jual beli suara
BERITA BOGOR - Gejala permainan uang saat pemilihan umum bukan menjadi rahasia umum lagi, belum lama ini juga terungkap praktik Pemilu Curang di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor (Daerah Pemilihan IV) yang telah mencoreng pesta demokrasi di Bumi Tegar Beriman.

Jual beli suara yang perlu diwaspadai ini bukan isapan jempol, pasalnya modus serupa juga sempat tercium di Daerah Pemilihan lainnya di wilayah Kabupaten Bogor. Sumber yang dapat dipercaya, mengaku ditawari iming -iming perolehan suara yang dijanjikan signifikan oleh oknum dengan kompensasi nilai rupiah yang cukup fantastis. 

"Saya caleg yang tak memiliki uang sebanyak itu, jangankan untuk membayar 10 ribu suara dengan nilai Rp25 juta, untuk modal kampanye saja saya harus berusaha banting tulang mencari uang untuk keperluan selama kampanye," kata caleg yang minta identitasnya dirahasiakan, didampingi seorang caleg lainnya dari parpol yang sama, Jum'at (12/4/2014) siang.

Dirinya mengaku didatangi oknum dari sebuah lembaga resmi sekira dua minggu sebelum hari pencoblosan 9 April 2014. "Sekalipun saya punya uang sebesar itu, tapi saya tidak akan tergiur tawaran yang mencederai Pemilu bersih, sebab saya ingin tampil sebagai wakil rakyat berdasarkan hasil Pemilu yang berkualitas bukan dri hasil Pemilu yang bermasalah.

Terpisah, Ketua PPK Jonggol, Omin Al Yadi mengaku menyesali perbuatan oknum yang nekat melakukan kecurangan saat pesta rakyat berlangsung di Desa Benteng Ciampea, yang telah jelas menodai misi penyelenggara Pemilu untuk mewujudkan Pemilu yang sukses, aman, tertib dan kondusif. "Pak Darma ketua PPK Ciampea itu teman saya, makanya pas saya dengar ada info itu saya hubungi beliau untuk mengetahuyi kronologisnya," katanya, malam.

Saat disinggung mengenai adakah indikasi serupa yang kemungkinan dilakukan anggota PPS se- Kecamatan Jonggol, Omin bersegera menjawab bahwa anggota PPS di Jonggol sangat diharapkan tidak melakukan hal seperti itu. "Tapi, saya sendiri belum tahu modus - modus yang dilakukannya itu seperti apa, walaupun saya sudah sejak tahun 2004 menjadi PPK di Jonggol," dalih dia kepada Berita Bogor saat ditemui diruang kerjanya. (als) Editor: Alsabili


Diberdayakan oleh Blogger.