header_ads

Prabowo: Lawan Politik Jangan Sebar Fitnah

BERITA BOGOR – Calon presiden Prabowo Subianto tak mau menanggapi tudingan bahwa dia pernah mendapatkan kewarganegaraan Yordania.

Gegap gembita pilpres yang akan datang menjurus ke kampanye hitam dalam menjatuhkan lawan politik hal ini menunjukkan belum dewasanya berdemokrasi berbagai berita miring di jejaring sosial surat kabar.

Menurut capres yang diusung oleh Partai Gerindra, PPP, PKS, PAN, Partai Golkar dan PBB ini, tudingan tersebut merupakan kampanye hitam alias black campaign. “Kami berpikir baik saja, black campaign itu tandanya orang panik. Orang tidak mau berpikir baik, selalu berpikir jelek. Jangan biasakan berpikir jelek. Berpikir berbuat yang baik. Jangan suka menyebarkan fitnah," kata Prabowo saat memberikan santunan kepada 1200 anak yatim di Bogor, Jawa Barat, Minggu (25/5/2014).

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu pun mengaku jarang menjelek-jelekkan orang lain, bahkan kawan sendiri. Dia mengaku hal ini karena ada peran Djan Faridz, yang kini menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat. Djan yang juga politisi Partai Persatuan Pembangunan itu diakui sebagai salah satu penasihat Prabowo. “Selama saya berkawan dengan beliau (Djan Faridz), hanya kebaikan yang diberikan,” tandasnya. (ajat) Editor: Alsabili



Diberdayakan oleh Blogger.