Bupati Bogor Harus Minta Maaf Kepada Warga
Masyarakat Kabupaten Bogor seakan tak percaya bahwa yang ditangkap KPK itu adalah orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman, namun setelah pemberitaan semakin marak di media massa membuat sebagian diantaranya berucap Innalillahi Wa innalillahi Roji'un, sebagai bentuk keprihatinan yang amat sangat.
Ketua Gerakan Persaudaraan Putra Pribumi (G-PPP) Bogor Raya H. Rahmat Gunawan menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang meedera Rachmat Yasin selaku Bupati Bogor. "Ini sungguh aib yang memalukan bagi Rachmat Yasin yang tidak menjalankan amanat masyarakat Kabupaten Bogor. Dirinya harus meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor karena janjinya saat kampanye dan selama kegiatan rebo keliling ternyata dilanggar," tegasnya saat dihubungi, Kamis (8/4/2014).
Dirinya juga berharap pihak KPK juga melanjutkan bidikannya kepada pejabat Pemkab Bogor dan BUMD guna terwujudnya good government yang bersih dari segala bentuk praktik kolusi korupsi dan nepotisme. "Bila pemerintahannya bersih maka rakyat pun akan terjamin masa depannya menjadi lebih sejahtera. Jadi, KPK jangan berhenti membidik pejabat di Bogor," pintanya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus melakukan aktifitas peayanan kepada masyarakat. "Saya turut prihatin atas musibah yang dialami Bupati Bogor. Kejadian Bupati Bogor diamankan KPK jangan menjadikan pelayanan pegawai Pemkab Bogor kepada masyarakat melemah, termasuk ditingkat kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Bogor," pintanya. (ice) Editor: Annisa
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus melakukan aktifitas peayanan kepada masyarakat. "Saya turut prihatin atas musibah yang dialami Bupati Bogor. Kejadian Bupati Bogor diamankan KPK jangan menjadikan pelayanan pegawai Pemkab Bogor kepada masyarakat melemah, termasuk ditingkat kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Bogor," pintanya. (ice) Editor: Annisa
