header_ads

PDAM Tirta Kahuripan Tingkatkan Layanan Air Bersih

BERITA BOGOR - Pihak PDAM Tirta Kahuripan secara terus menrus berusaha meningkatkan pelayanan prima seriring upaya menggandeng investor besar.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor berharap dapat menggandeng investor dalam berinvestasi besar di perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Bogor guna meningkatkan pelayanan yang prima terhadap masayarakat pelanggan.

Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan, Hadi Mulya Asmat menerangkan saat ini cakupan pelayanan baru mencapai 16,24 persen. Sedangkan untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat luas khususnya masyarakat Kabupaten Bogor, cakupan pelayanan yang diupayakan dengan jumlah penduduk yang terlayani sebanyak 1.018.064 jiwa atau 16,24 persen dari jumlah penduduk sebanyak 6.270.177 jiwa. Dengan jumlah sambungan baru 6.964 dan jumlah sambungan langganan sebanyak 143.878.

"Untuk penyediaan fasilitas air bersih, dibutuhkan biaya dan investasi yang besar, mulai dari proses produksi, pemeliharaan sampai pendistribusian dengan kebutuhan pokok air baku, material kimia dan tenaga listrik. Sementara tarif dasar listrik, jika dibandingkan dengan tahun 2009 hanya Rp.805,-/KWH sementara di tahun 2013 mencapai Rp.1.352,-/KWH atau meningkat 70 persen," ujar Hadi Mulya Asmat saat dihubungi Berita Bogor, Senin (12/5/2014).

Menurutnya, pasokan air baku semakin berkurang, harga bahan kimia meningkat, nilai rupiah terhadap kurs dolar amerika juga meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2009 yang lalu hingga mencapai 23,6 persen. Selain itu, upah minimum kabupaten dan bahan bakar minyak bersubsidi dan non subsidi juga mengalami kenaikan, sehingga dalam proses pengolahan air bersih dibutuhkan biaya yang cukup besar.

Kenaikan tarif dasar air (TDA) bagi PDAM Tirta Kahuripan, jelas Hadi Mulya Asmat, merupakan suatu cara untuk dapat menyesuaikan, kini sudah memasuki tahap pengkajian di internal perusahaan untuk menyesuaikan harga yang wajar bagi pelanggan. Kenaikan TDA memang sudah menjadi kebutuhan, karena sudah hampir 4 tahun belakangan ini telah terjadi kenaikan harga BBM, listrik dan lainnya sehingga otomatis biaya operasional PDAM pun ikut bertambah. 

Lebih lanjut Hadi mengungkapkan, kenaikan TDA tersebut juga akan dibarengi dengan peningkatan pelayanan kepada pelanggan, sehingga PDAM bisa lebih maksimal melayani masyarakat Kabupaten Bogor. "Selain menyediakan air bersih kepada masyarakat, perusahaan juga harus mampu menghasilkan tingkat kinerja pelayanan prima untuk menjaga kesinambungan dan peningkatan kualitas, kuantitas dan kontinuitas pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya. (Adv)


12/5/2014 


Diberdayakan oleh Blogger.