Ujian Nasional SMP Di Bogor Kisruh Soal
BERITA BOGOR - Komisi D DPRD Kabupaten Bogor tuding penitia ujian nasional pusat lalai antisipasi kisruh naskah soal, pelaksanaan ujian nasional molor.
Pelaksanaan Ujian Nasional Tingkat SMP/MTs di Kabupaten Bogor sempat mengalami kisruh di setiap sekolah lantaran kesalahan cetak naskah soal yang sudah terlanjur dibagikan kepada para siswa peserta yang mengikuti ujian nasional, Senin (5/5/2014) pagi ini.
Hal ini terungkap saat inspeksi medadak (Sidak) yang dilakukan Komisi D - DPRD Kabupaten Bogor ke SMPN 2 Cibinong. Ketua Rombongan Sidak, Sumarlih mengungkapkan banyaknya naskah soal mata ujian Bahasa Indonesia yang sedang diujikan ternyata terdapat banyak perbedaan isi antara naskah satu dengan naskah - naskah lainnya.
"Tadi kita sudah tanyakan kepada Kepala Sekolah mengenai kendala yang dihadapi, ternyata banyak naskah soal yang tidak sesuai satu sama lain diantaranya ada nomor ganda, Barkot yang tidak sesuai dan halaman yang tertukar. Ini mengganggu kondusifitas pelaksanaannya dan jelas ini tanggung jawab panitia dari pusat," jelas Sumarli usai Sidak.
Dirinya menyesalkan pihak panitia ujian nasional di Kementerian Pendidikan yang semestinya bertanggung jawab terhadap persoalan ini, namun tak cepat tanggap memberikan langkah kebijakan yang bersifat segera kepada panitia ditingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten dan kota. Sehingga, yang terjadi dilapangan adalah tersitanya waktu hingga 30 menit dari jadwal yang telah ditetapkan.
Di lokasi yang sama, Kepala SMPN 2 Cibinong Yuyu Yuhana, SPd, MPd membenarkan terjadinya kekisruhan disaat siswa peserta ujian nasional mulai mengerjakan soal yang naskahnya tidak seragam antara siswa yang satu dengan siswa lainnya serta Barkot yang tidak sesuai dan faktor akibat kesalahan cetak naskah soal lainnya.
"Pengawas ruangan sempat bingung harus bagaimana solusinya, namun kemudian ada arahan dari panitia ujian nasional tingkat Jawa Barat melalui panitia Kabupaten Bogor bahwa semua soal harus dibacakan oleh pengawas kepada seluruh peserta ujian nasional agar terjadi keseragaman soal lalu dibuatkan berita acaranya," tambah Yuyu diruang kerjanya. (ice) Editor: Arienta
