header_ads

Peningkatan Program Revitalisasi Pertanian

BERITA BOGOR - Program revitalisasi pertanian untuk pembangunan masyarakat di Kabupaten Bogor dinilai perlu peningkatan. 

Wakil Bupati Bogor Hj. Nurhayanti mengatakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dan peternak melalui revitalisasi pertanian perlu perhatian khusus untuk memajukan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terlebih saat ini, Pemkab Bogor tengah kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai penyuluh pertanian.

Hj. Nurhayanti mengatakan, terkait peningkatan revitalisasi pertanian saat ini tengah mengalami kendala. Terutama kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga penyuluh pertanian, sebagai pendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat serta pembangunan daerah.

“Petugas penyuluhan saat ini kami lakukan dengan sistem berbasis masyarakat, melalui kelompok tani. Karena kesejahteraan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama, sehingga antara masyarakat dengan pemerintah bisa lebih bersinergitas,” ungkap Nurhayanti, saat ditemui Metropolitan usai merayakan HJB, kemarin.

Menurutnya, tidak hanya dilakukan oleh penyuluh untuk meningkatkan revitalisasi pertanian di Wilayah Kabupaten Bogor, sejak tahun 2008 lalu pihaknya telah melakukan revitalisasi berbasis pembangunan pedesaan, dengan sistem dari hulu ke hilir. Artinya mulai dari pembinaan peternakan, penanaman, pengelolaan, pengolahan hasil, hingga distribusi dilakukan, untuk meningkatkan revitalisasi pertnian dan peternakan.

“Saat ini pemasaran beberapa produk para kelompok tani di Kabupaten Bogor, mampu masuk ke pusat perbelanjaan besar, seperti, giant, dan carefour. Kami berharap tidak hanya sebatas itu, kedepannya produk asli Kabupaten Bogor bisa menembus pasar Internasional,” tambahnya.

Sementara, Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kabupaten Bogor, Ratu Nailamuna menuturkan, upaya peningkatan revitalisasi pertanian, peternakan, serta UKM di Kabupaten Bogor memang perlu dilakukan. Terlebih saat ini, sejumlah produk yang dihasilkan sudah cukup baik, dan sudah layak ikut dalam Asian Economic.

“Hanya saja, dari segi kemasan harus ditingkatkan jauh lebih baik. Sayang jika kualitasnya sudah baik, namun tidak didukung dengan kemasan yang menarik akan menurunkan nilai ekonomisnya,” katanya. (dw) Editor: Annisa
Diberdayakan oleh Blogger.