Saatnya Perempuan Jadi Subjek Pembangunan
BERITA BOGOR - Peningkatan kualitas dan kapasitas kaum perempuan Kabupaten Bogor terus menerus digalakan BPPKB.
Pelatihan manajemen
usaha bagi perempuan yang diikuti 75 peserta dari kelompok usaha perempuan yang tersebar di 40 kecamatan
se-Kabupaten Bogor meuju Perempuan sebagai
subjek pembangunan.
Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bogor, Shinta Darmayanti, saat membuka pelatihan manajemen usaha bagi perempuan di Hotel Grand Mutiara, Megamendung, Rabu (18/6/2014).
Dirinya menyampaikan Pemerintah Kabupaten Bogor menyadari sepenuhnya, bahwa dalam pembangunan manusia tidak bisa menempatkan perempuan sebagai objek pembangunan saja, melainkan menjadi subjek pembangunan. Olehkarenanya Pemkab terus memberikan perhatian khusus untuk meningkatkan peranan perempuan di Kabupaten Bogor", papar Shinta.
Menurutnya, pelatihan manajemen usaha ini juga merupakan media strategis untuk menghimpun pemikiran kontruktif dalam rangka meningkatkan kemampuan usaha kaum perempuan. Sehingga kedepannya kontribusi perempuan dalam ekonomi akan menumbuhkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yand terus meningkat", tambah Shinta.
Sementara, Kepala Sub Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) BPPKB Kabupaten Bogor, Lilis Suryaningsih, pelatihan ini diselenggarakan BPPKB selama dua hari, dengan tujuan diantaranya meningkatkan kemampuan dan pengetahuan perempuan dalam pengelolaan usaha serta meningkatkan keberhasilan usaha kaum perempuan.
"Mereka yang mengikuti kegiatan ini diharapkan bisa meningkat kapasitasnya dalam mengleola usaha. Meningkat partisipasinya dalam produktifitas ekonomi dan meningkat kesejahteraan keluarganya. Mereka akan diberikan beberapa materi, salahsatunya mengenai pemberdayaan ekonomi perempuan yang akan disampaikan salah satunya oleh staf Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia", ujar Lilis. (rido) Editor: Annisa
Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bogor, Shinta Darmayanti, saat membuka pelatihan manajemen usaha bagi perempuan di Hotel Grand Mutiara, Megamendung, Rabu (18/6/2014).
Dirinya menyampaikan Pemerintah Kabupaten Bogor menyadari sepenuhnya, bahwa dalam pembangunan manusia tidak bisa menempatkan perempuan sebagai objek pembangunan saja, melainkan menjadi subjek pembangunan. Olehkarenanya Pemkab terus memberikan perhatian khusus untuk meningkatkan peranan perempuan di Kabupaten Bogor", papar Shinta.
Menurutnya, pelatihan manajemen usaha ini juga merupakan media strategis untuk menghimpun pemikiran kontruktif dalam rangka meningkatkan kemampuan usaha kaum perempuan. Sehingga kedepannya kontribusi perempuan dalam ekonomi akan menumbuhkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yand terus meningkat", tambah Shinta.
Sementara, Kepala Sub Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) BPPKB Kabupaten Bogor, Lilis Suryaningsih, pelatihan ini diselenggarakan BPPKB selama dua hari, dengan tujuan diantaranya meningkatkan kemampuan dan pengetahuan perempuan dalam pengelolaan usaha serta meningkatkan keberhasilan usaha kaum perempuan.
"Mereka yang mengikuti kegiatan ini diharapkan bisa meningkat kapasitasnya dalam mengleola usaha. Meningkat partisipasinya dalam produktifitas ekonomi dan meningkat kesejahteraan keluarganya. Mereka akan diberikan beberapa materi, salahsatunya mengenai pemberdayaan ekonomi perempuan yang akan disampaikan salah satunya oleh staf Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia", ujar Lilis. (rido) Editor: Annisa
Suasana pelatihan
manajemen usaha bagi perempuan Kabupaten Bogor, (18/6)