header_ads

Pesimis Atasi Kemacetan Puncak

BERITA BOGOR - Wakil Gubernur Propinsi Jawa Barat bersama peserta saat kegiatan Menjadi Indonesia VI.

Sepertinya mimpi warga puncak untuk terbebas dari kemacetan masih jauh dari angan-angan. Pasalnya hingga hari ini belum ada kejelasan, bagaimana solusi kemacetan tersebut akan di buat. Pemerintah Propinsi Jawa barat masih keukeuh dengan jalan Puncak Dua sebagai salah satu solusi utama mengatasi kemacetan di Jalur Puncak.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar kepada media di sela-sela acara kegiatan Workshop Pemuda Menjadi Indonesia yang berlangsung selama dua hari di Lembah Pertiwi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor,  mulai Rabu (29/10/2014).

Deddy Mizwar belum bisa memastikan kapan jalan Puncak Dua akan selesai. "Untuk mengatasi kemacetan Puncak, kita fokus pada  jalan Puncak Dua. Saat ini kan masih ada permasalahan di satu titik yang menembus Hutan Lindung, kita masih menunggu surat dari Kementrian Kehutanan, bisa satu tahun bisa juga dua tahun atau bisa juga lebih dari itu" papar Wagub yang juga pemain sinetron tersebut.

Deddy Mizwar menegaskan, meski pembangunan Jalan Puncak Dua telah membawa Bupati Bogor ke Rumah Prodeo, proyek tersebut tetap dilanjutkan, Masalah kemacetan di jalur Puncak saat ini sudah membuat gerah warga Puncak. Mereka bisa keluar, namun saat mau pulang selalu membutuhkan waktu berjam-jam untuk sampai dirumah. "Kini posisi pemprop Jabar  hanya menunggu surat dari Kemenhut terkait ijin jalan tembus yang melalui area Hutan Lindung tersebut. Apalagi saat hari libur dan weekend, kita sudah malas untuk keluar puncak dengan kendaraan roda empat, pulangnya bisa berjam-jam" ujar H. Opik, warga Cisarua, kepada Berita Bogor.

Pada hari Sabtu kemarin (25/10), H. Opik membutuhkan waktu 7 jam untuk sampai dirumah dari Tol Sentul (Jagorawi) ke Cisarua. Padahal biasanya, waktu tempuh hanya 1-1,5 jam.  Akibat Kemacetan tersebut, bahkan banyak  pengunjung Puncak terpaksa memutar balik selepas Pintu Tol Ciawi. Tentu hal tersebut akan berdampak pada perputaran ekonomi para pengusaha pariwisata di Puncak.

Menurut salah satu peserta Workshop, Weng Gautama (55), Pemerintah harus proaktif dan berpikir serta bertindak cepat dalam mengatasi kemacetan di wilayah Puncak. "Karena Puncak adalah salah satu andalan Pariwisata Kabupaten Bogor, kalau menunggu Jalan Puncak dua, berarti, minimal 5 tahun kedepan, jalur Puncak dibiarkan seperti yang ada sekarang ini. pasti akan lebih parah  lagi kedepannya" ujarnya kepada Berita Bogor. 

Jalan Puncak Dua menurut Weng masih lama efektifitas penggunaanya, dalam jangka pendek harus ada kebijakan atau apapun itu yang bisa sedikit mengurai kemacetan. "Jika tidak, maka warga Puncak akan terhambat aktifitasnya. Yang lebih kasian lagi anak-anak kita yang sekolah, mereka harus berjam-jam di angkot. Jalur-jalur alternatif harus dibenahi, sehingga beban Jalan Raya Puncak bisa terkurangi, jangan terus lempar permasalahan ke institusi lain" tandasnya.

Workshop kepemudaan oleh kelompok Pemuda Menjadi Indonesia ini digelar untuk yang Ke 6 kalinya. Pembentukan karakter pemuda, peningkatan motivasi dan semangat serta kemandirian menjadi pesan utama yang disampaikan pada para peserta.  Workshop kali ini diikuti oleh 100 siswa kelas 2 dari 32 SMU/SMK/SMA se-Kabupaten dan Kota Bogor. (Cj) Editor:Sunyoto

Diberdayakan oleh Blogger.