header_ads

Peninjauan BCB Lawanggintung

BERITA BOGOR - Bangunan Cagar Budaya Lawanggintung merupakan aset sejarah Kota Bogor yang harus dirawat dan dipertahankan.
Walikota Bogor, Bima Arya didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bogor, H. Shahlan Rasyidi, SE, Camat Bogor Selatan, Drs. Herry Karnadi, dan Lurah Lawanggintung, Supriyadi mengadakan peninjauan terhadap cagar budaya dua Bungker Benda Cagar Budaya (BCB) peninggalan Bangsa Jepang yang berada di Lawanggintung RT.01 RW. 08, Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, Sabtu (1/11/2014).
Bima Arya mengungkapkan cagar budaya ini merupakan salah satu aset sejarah Kota Bogor. "Ini aset sejarah Kota Bogor yang harus kita rawat dan dipertahankan, bahkan harus dioptimalkan untuk kepentingan sejarah itu, jadi sayang kalau tidak terpelihara, jadi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah mengkaji berusaha ini lahan bisa di ambil alih oleh Pemerintah Kota Bogor kepemilikkannya, tapi tentu harus membicarakan dengan Dewan dan melihat kondisi anggaran kita apakah memungkinkan untuk dianggarkan tahun depan," tuturnya.
Kepala Disbudpar Kota Bogor, H. Shahlan Rasyidi menjelaskan cagar budaya ini perlu dirawat dan dilestarikan. "Dua Bungker masuk peninggalan Benda Cagar Budaya (BCB) ini memang salah satu Bungker yang ada di tanah Bank Mandiri ini sekarang sudah milik Pa Cong, sedangkan berdasarkan hasil penelitian Disbudpar tahun 2010 yang lalu, kedua Bungker tersebut masuk dalam BCB yang harus dilestarikan. Memang ada dua buah Bungker merupakan salah satu peninggalan pada zaman Jepang yang berfungsi untuk pengintaian menurut para ahli dulu, jadi Bungker ini untuk mengintai, karena dibawahnya itu ada Stasiun Batutulis dia membawa makanan dari arah Jakarta ke Sukabumi atau dari arah Sukabumi ke Jakarta," tandasnya.
Sementara itu, salah seorang warga yang bernama Jajang Suherman mengharapkan bahwa cagar budaya ini bisa diperdayakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Pemerintah Kota Bogor. "Kalau memang ini dianggap sebagai Benda Cagar Budaya (BCB) ini bisa dilestarikan, diperdayakan dan manfaatkan untuk nilai-nilai ilmiah dan bukan ini saja barang kali Gumati yang sekarang jadi bukit Gumati Batutulis itu ada Bungker Gumati. Kalau memang ini akan dimiliki Pemerintah Kota Bogor, bukan cuma dimilikinya, tetapi bagaimana dimanfaatkan, difungsikan untuk dijadikan sebagai area promosi Pariwisata," imbuhnya. (ibp) Editor: Imam Bhakti Pratama




Diberdayakan oleh Blogger.