Rumah Sakit Ibu Dan Anak Bunda
BERITA BOGOR - Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Suryatni dikelola oleh dokter dan tokoh berpengalaman.
Walikota Bogor Dr. H. Bima Arya dimpingi Danrem 061 Surya Kencana Kolonel Inf Fulad, S.Sos, Direktur RS. Ibu dan Anak Bunda Suryatni, Dr. Alfathdry, SpOG, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr. Rubaeah, serta Camat Tanah Sareal Irwan Gumelar meresmikan Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Suryatni Jalan Raya KH. Soleh Iskandar Kelurahan Cibadak Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor Sabtu (15/11/2014).
Dalam sambutannya, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan tentang klasipikasi kelas 1, 2 dan 3 dan Bima menyarankan kelasnya pasilitasnya boleh kelas 3, tapi layanannya semuanya harus sama kelas 1 tidak boleh layanan dibedakan, "Lakukan koordinasi untuk implementasi BPJS kedepan, dan menyampaikan aspek sosialnya kita ingin semua yang berdiri di Kota Bogor tidak terpisah dengan lingkungan," harapnya.
Bima Arya berharap pasilitas bertambah secara kuantitas, tertapi juga harus dimbangi juga secara kulitas pelayanan, kemudian juga banyak PR kita dengan sinkronisasi antara program BPJS dengan pasilitas setiap Rumah Sakit itu PP-PR kita kedepan. Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Suryatni ini dikelola oleh tokoh-tokoh berpengalaman para dokter yang niatnya juga bekerja sebagai ibadah melayani warag yang masih sangat membutuhkan.
Direktur RS. Ibu dan Anak Bunda Suryatni Dr. Alfathdry, menyampaikan Ibu yang sehat akan memproduksi Bayi yang sehat, oleh karena itu Ibu hamil diharapkan memeriksakan kehamilannya agar dapat melakukan dengan hidup sehat ditemuinya menjadi bangsa sehat.
"Dengan keinginan luhur dan menunjang program pemerintah dibidang kesehatan pada umumnnya dan menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi pada khususnya serta meningkatkan pelayanan kesehatan Ibu dan bayi yang sering bermasalah pasilitasi persalinan dan kelahiran kurang bulan, dimana diperlukan pasilitas pelayanan kesehatan yang sangat memadai dan tenaga yang profesional, maka dari itu, kami dirikanlah Rumah sakit Ibu dan Anak Bunda Suryatni," jelas Alfathdry. (red)
