header_ads

Runtuhan Talang Cijujung Pasirlaja Terbengkalai

BERITA BOGOR - Runtuhan talang air jaman Belanda berupa susunan bata merah 5cm x 12cm x 20cm saksi bisu lemahnya pelestarian benda sejarah. 

Keberadaan talang air "Talang Sari" yang terletak di perbatasan Desa Cijujung dengan Desa Pasirlaja Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor kondisinya terbengkalai lebih dari tiga bulan lamanya, pasca ditabrak sebuah  truk box jenis Elf warna putih milik VAM Viona Cargo nopol B 9619 UCM, sekitar pukul 21.00 Wib Kamis (28/8) lalu.

Saat ditemui, Kepala Desa Pasirlaja, H. Amir Hamzah membenarkan kondisi bangunan peninggalan abad ke-18 itu terbengkalai, pasalnya pihak VAM Viona Cargo disaksikan oleh Kapolsek Sukaraja Kompol Hida Tjahyono, SH, hanya menyanggupi membayar ganti rugi sebesar Rp.2,5 juta. "Uang segitu tidak cukup buat membangun kembali talang air yang dikenal dengan sebutan Talang Sari tersebut. Maka dari itu kita sedang menunggu pihak Pemerintah Kabupaten Bogor agar segera mengucurkan dana pembangunan tersebut, sebab sampai sekarang bata merah bersejarah itu sudah banyak diambil orang," ungkapnya, Sabtu (22/11/2014) sore.

Disamping itu pula, lanjutnya, pihaknya berharap adanya partisipasi dari sejumlah pengusaha yang beroperasi di wilayah Pasirlaja dan Cijujung untuk dapat menyalurkan dana coorporate social responsibility (CSR) untuk kelancaran pembangunan talang air dan mengembalikan fungsinya seperti sedia kala, sebab ini salah satu peninggalan sejarah yang perlu dijaga dan dilestarikan. 

Dilokasi terpisah, Kepala Desa Cijujung, H. Sukardi Azis membenarkan pihak Desa Cijujung dan Desa Pasirlaja telah berkordinasi dengan pihak Dinas Pengairan pada Dinas Bina Marga Dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor agar dapat memberikan bantuan pembangunan talang air yang saat ini masih dalam proses realisasi. "Pihak Dinas Pengairan sudah merespon dan katanya sedang dalam proses pengajuan ke DBMP Kabupaten Bogor. Selain memiliki nilai sejarah, talang air itu juga untuk kenyamanan pengguna jalan sekaligus menjaga kondisi jalan agar tidak dilintasi kendaraan tonase besar," jelasnya. 

Sebelumnya, Ketua Rw 05 Desa Pasirlaja, Rusdi Rosadi mengungkapkan bahwa warga di dua Desa tersebut menginginkan talang air peninggalan jaman Belanda itu dibangun kembali seperti sedia kala. Hal ini untuk melestarikan nilai sejarah yang terkandung pada peninggalan tersebut, melestarikan ciri khas batas dua Desa Cijujung dengan Desa Pasirlaja. "Dari cerita buyut saya bahwa talang air itu dibangun oleh ratusan pekerja paksa atas perintah penjajah Belanda. Talang air itu fungsinya sebagai pengairan untuk hamparan sawah yang membentang luas pada jaman itu, dimana sumber air berasal dari anak sungai Ciliwung," tutur dia.  (als) Editor: Alsabili
 Runtuhan talang air dibiarkan terbengkalai menjadi saksi bisu Pemkab Bogor lemah dalam pelestarian benda sejarah.

Diberdayakan oleh Blogger.