Desa Cijujung "Hayang" Peralatan Seni Degung
BERITA BOGOR - Desa Cijujung menyimpan potensi kesenian tradisional "Degung" yang belum tergali secara optimal.
Desa
Cijujung menyimpan potensi kesenian tradisional yang belum tergali
secara optimal, diantaranya kesenian Degung khas Sunda yang sudah
bertahun - tahun eksis melakukan kaderisasi, namun demikian grup degung
pimpinan Ipang warga Kampung Blodes Rt 03/02 Desa Cijujung ini belum
memiliki prasarana berupa seperangkat peralatan alat musik yang memadai.
"Saya
hanya meneruskan warisan dari bapak dan kakek saya untuk melestarikan
kesenian leluhur ini dengan modal seadanya, dan selama ini belum pernah
tersentuh program pembinaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kabupaten Bogor karena saya belum tahu prosedurnya," ungkap Ipang,
Selasa (3/2/2015).
Grup seni pimpinannya ini setiap tahun memang
diundang oleh pihak Desa untuk mengisi acara Peringatan Hari Proklamasi,
akan tetapi Ipang selalu menyewa peralatan Degung dan soud system dari
sanggar milik sahabatnya di Kota Bogor. Harga peralatan itu sebenarnya
ada yang murah, yaitu Rp.30 jutaan saja termasuk sound system yang
standar, kalau yang bagus mah bisa Rp.60 jutaan harganya. Tapi kami
tidak memiliki uang sebanyak itu makanya berharap ada bantuan dari
Pemerintah Kabupaten Bogor," harapnya.
Terpisah, Kepala Desa
Cijujung, H. Sukardi Azis membenarkan adanya potensi kesenian tradisional di wilayah
kerjanya yang belum tergali secara optimal. "Selama ini grup Degung itu
menghidupi sanggarnya dari order manggung dari kampung ke kampung,
bahkan Ipang dkk sudah memiliki kader anak muda yang diajari memainkan
alat musik tradisional Sunda agar kesenian leluhur ini tetap lestari tak
ditelan perkembangan jaman yang semakn canggih ini," tambahnya.
Disinggung
mengenai program prioritas Musrenbang tahun ini, dirinya mengungkapkan
bahwa pihaknya sudah mengajukan pengaspalan jalan desa Cijujung Rw 03
sampai Rw 09 sepanjang 600 meter dengan lebar rata rata 3 meter.
"Termasuk pembuatan drainase di jembatan Pari Rw 03 sepanjang 250 meter
agar lingkungan tidak kumuh dan lapisan jalan aspal tidak cepat rusak,"
tuturnya. (ice)
