Luas Hutan Jawa Barat Harus Bertambah
BERITA BOGOR - Luas Hutan Jawa Barat bertambah 4.000 Hektar.
Sejak
2003 ternyata luas hutan di Jawa Barat bertambah 4.000 hektar.
Penambahtan itu karena adanya sistem kompensasi yang diberlakukan untuk
wilayah hutan yang beralih fungsi. Luas hutan kompensasi itu
biasanya lebih lebar dari yang dipakai pihak ketiga.
Kepala Dinas
Kehutanan Jawa Barat ir. Budi Susatijo mengatakan semua pihak yang
mengelola lahan hutan wajib memberikan kompensasi minimal sama luasnya
dengan lahan yang digunakan. Selama
ini kompensasi hutan paling tinggi ketika lahan hutan di Cikampek
digunakan PT. Timor.
"Ketika itu perusahaan harus memberikan lahan hutan
27 kali lipat ketimbang lahan hutan yang digunakan. Kompensasi tersebut
sejauh ini adalah yang tertinggi yakni 1 berbanding 27. Varian
konpensasi luas lahan itu tergantung dari penilaian tim. Yang paling
rendah pernah 1 berbanding 1. Sistem kompensasi inilah yang bisa
menyumbang luasan hutan terbesar hingga kini mencapai 4.000 hektar," jelasnya.
Sejak 2003, luas hutan di Jawa Barat hanya 22 persen. Padahal idealnya jumlah hutan di Jawa Barat adalah 30 persen. Angka tersebut memang sulit untuk dicapai. Namun upaya yang ada patut dihargai. Upaya lain yang dilakukan untuk menjaga luasa hutan adalah menggulirkan ekonomi kerakyatan yang berada di sekitar hutan.
Sejak 2003, luas hutan di Jawa Barat hanya 22 persen. Padahal idealnya jumlah hutan di Jawa Barat adalah 30 persen. Angka tersebut memang sulit untuk dicapai. Namun upaya yang ada patut dihargai. Upaya lain yang dilakukan untuk menjaga luasa hutan adalah menggulirkan ekonomi kerakyatan yang berada di sekitar hutan.
"Misalnya peternakan madu, petani ulat sutra, dan
hasil kerajinan yangg memanfaatkan hasil hutan tanpa merusak hutan itu
sendiri. Hasil produk hutan dan ekonomi masyarakat sekitar hutan
akan dipamerkan pada event the Leweng, Forest Festival di hutan Djuanda,
tanggal 10 dan 11 Oktober 2015," katanya. (pun/red)
