Metode Humor Dalam Belajar
Universitas
Trilogi: Urgennya Humor dalam Pembelajaran
Pembelajaran yang menyenangkan merupakan sebuah
kondisi yang selalu diinginkan. Tidak hanya bagi peserta didik, dari siswa sampai mahasiswa doctoral
sekalipun. Bahkan para pendidik seperti guru dan dosen juga selalu mengidamkan
kondisi pembelajaran yang menjadikan peserta didiknya tidak kaku dan kelalahan.
Tetapi justru menyenangkan.
“Pendidikan
kita saat ini terlalu membebani peserta didik. Mereka selalu dipaksakan
pada penguasaan materialistik, bahkan pada usia dini mereka diwajibkan memahami
baca, tulis, dan hitung,” sampai Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep
Saefuddin dalam sambutannya di acara ‘Seminar Pendidikan Humor dalam
Pembelajaran Universitas Trilogi.
Menurutnya yang harus dibangun terlebih
dahulu itu adalah kondisi mereka dalam belajar. Apakah mereka senang atau tidak.
‘Jika mereka merasa tidak senang dan nyaman, disinilah usaha para guru untuk
kreatif agar bagaimana mengubah kondisi yang awalnya tidak nyaman menjadi
nyaman dan senang. Salah satunya adalah dengan humor,” paparnya.
Acara yang berlangsung pada Sabtu (19/12) lalu langsung diisi oleh
Komedian Indonesia, Pak Komar dan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ),
Prof. Dr. Zulela. H. Hurul Qomar yang dikenal dengan sapaan Pak Komar
menceritakan humor pada dasarnya merupakan kebutuhan dan menjadi bahan dalam
interaksi.
Sementara itu, Prof. Dr. Zulela dalam salah satu
presentasinya juga mengungkapkan lingkungan belajar yang kondusif dapat
meningkatkan resapan siswa atas bahan pelajaran yang disajikan. “Beberapa hal
yang dapat meningkatkan jumlah informasi yang diserap siswa diantarnya adalah
lingkungan belajar yang mendukung (kondusif) dan humor yang diselingi dalam
komunikasi siswa-guru,” jelas pakar pengembangan bahasa Indonesia ini.
Sesuai dengan tema acara yang membahas tentang
humor. Acara yang dipenuhi oleh gemuruh tawa ini selain diikuti mahasiswa dan
dosen, juga diramaikan oleh kehadiran siswa SMA di Jakarta. (Rilis)