Berikan Balita Polio Lengkap Guna Cegah Difteri
Difteri masih tergolong bahaya dan mematikan
Balita yang memiliki daya tahan tubuh lemah terancam mengidap
penyakit difteri memasuki musim pancaroba ini. Difteri merupakan
penyakit yang menyerang balita akibat gigitan nyamuk aedes aegepty.
Kepala
Seksi Imunisasi Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Yessi Desputri
mengungkapkan jumlah penderita penyakit difteri yang menyerang anak -
anak dibawah umur dan balita masih ditemukan di wilayah Kabupaten Bogor.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan dan diagnosa dokter rumah sakit yang
menangani kasus ini, sebagian penderita yang dirawat adalah balita yang
belum mendapatkan imunisasi lengkap," jelasnya, Selasa (19/4) sore.
Menurutnya,
balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap maka tingkat kekebalan
tubuh balita tersebut cenderung rentan terhadap penyakit Difteri yang
mematikan. Penyakit ini akibat gigitan nyamuk aedes aegepty yang
gejalanya hampir sama dengan gejala demam berdarah dan penyakit ini
cukup berbahaya apabila tidak ditangani dengan cepat.
"Penderita
ini anak - anak dibawah usia lima tahun yang selama hidupnya belum di
imunisasi bahkan ada yang belum sama sekali. Padahal, setiap Posyandu
dan klinik Kebidanan yang tersebar di Kabupaten Bogor melayani pemberian
imunisasi lengkap bagi balita. Mungkin si Ibu belum mengetahui bahwa
vaksin Polio saja tidak cukup untuk kekebalan tubuh balita apabila tidak
dilanjutkan dengan imunisasi lengkap," tambahnya. (bili)
