Program Bogor Caang Dinas ESDM Kabupaten Bogor
Program Bogor Caang, Listrik Masuk Desa
Dinas Energi Sumber Daya
Mineral (ESDM) Kabupaten Bogor merealisasikan
target Bogor Caang (terang) atau ratio elektrifikasi hingga
99.7 persen di tahun 2018 mendatang.
Kepala Dinas
ESDM Ridwan Syamsudin optimis
program Bogor Caang terlaksana,
karena ratio elektrifikasi Kabupaten
Bogor merupakan salahsatu
yang tertinggi di Indonesia. "Saat ini ratio elektrifikasi Kabupaten Bogor sudah 97.25 %,
sementara ratio elektrifikasi Jawa
Barat baru 84.35 % dan untuk
Indonesia baru mencapai 84.33 %.
Ratio elektrifikasi setiap tahunnya selalu meningkat,
dimana pada tahun
2014 mencapai 96.48 % dan tahun
2015 sudah mencapai 97.25 % dari total jumlah rumah tangga
1.226.558 unit.
Kabid Kelistrikan
ESDM Kabupaten Bogor Dede Armansyah menambahkan sisa rumah tangga kurang lebih 23.000 unit yang belum dialiri listrik akan terus
dikejar dua tahun kedepan.
Tahun 2016 disambungkan 11.500 rumah tangga, lalu 12.000 rumah tangga di tahun 2017 dan sisanya
± 11.000 di tahun 2018 mendatang.
Dirinya menambahkan, dengan menggunakan dana
APBD Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat, di tahun 2015 Dinas ESDM
mengaliri listrik untuk
9853 rumah tangga di 46 desa, 2 kelurahan
dan 29 kecamatan. "Kecamatan yang paling banyak belum dialiri listrik ada
di Tanjungsari, Sukamakmur, Jonggol, Leuwisadeng, Pamijahan, Sukajaya,
Nanggung, Jasinga dan Cigudeg. Secara umum tak ada kendala dalam
proses penyambungan listrik hanya memang dananya yang terbatas, hingga program
Bogor Caang ini tidak langsung tuntas,"
tambahnya.
Untuk tahun
2016, Dinas ESDM menargetkan 11.000 rumah tangga dialiri listrik dan penyambungan listrik ini menggunakan APBD murni Kabupaten Bogor. "Untuk tahun
2016 ini target kami menyambungkan listrik untuk 11.000 rumah tangga di 70 desa, 3 kelurahan dan 33 kecamatan. Untuk meraih tujuan ini, 30 proyek ini menghabiskan total anggaransebesar
14.071.822.971 rupiah," lanjut Dede.
Dirinya menargetkan, pada tahun 2018 mendatang, ratio
elektrifikasi setidaknya sudah mencapai 99.7% dan sisa rumah tangga yang belum teraliri listrik bias diatasi oleh Pemerintah Desa. "Sesuai peraturan, penggunaan alokasi dana desa (ADD) bias untuk mengcover sisa
rumah tangga yang belum teraliri listrik dan kami yakin, itu hanya menarik kabel dari tiang terdekat
di rukun tetangga yang sama," lanjut Dede.
05/10/2016
