Anggaran Kunker Dewan Harus Diaudit
Di penghujung tahun ini, anggota DPRD Kota Bogor gemar melakukan kunjungan kerja (kunker) keluar daerah. Setelah masing-masing komisi, kini giliran Badan Legislasi Daerah (Baledga) yang menggelar kunker.
Menyikapi hal itu, Dosen Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Safrudin Bima, meminta agar dana kunjungan DPRD Kota Bogor diaudit. Tujuannya, memberikan transparansi kepada masyarakat Kota Bogor. Pasalnya, hingga kini, hasil kunker tersebut belum terpublikasikan, sehingga masyarakat tak bisa merasakan manfaatnya.
“Akhir tahun ini, anggota dewan yang terhormat ini gemar sekali kunker. Dana kunjungan itu harus diaudit agar ada kejelasan, apakah dana yang digunakan itu dari APBD atau bukan. Kalau dari APBD kan berarti duit rakyat,” kata Safrudin kepada Radar Bogor.
Audit itu, terangnya, menjadi penting untuk menilai kunker tersebut. Apakah sebanding antara biaya yang dikeluarkan dengan output yang akan diberikan pada masyarakat. Bila hasilnya positif dan memberi masukan-masukan bagi Kota Bogor, sambung dia, itu bagus. Namun amat disayangkan bila kunker itu hanya untuk menghamburkan dana.
“Ini tak hanya mengkritik dewan, tapi harus ada penjelasan kepada publik, sehingga dugaan-dugaan negatif dari masyarakat itu semuanya clear,” terang Sekretaris DPD PAN Kota Bogor ini.
“Makanya, saya minta anggota DPRD Kota Bogor merinci anggaran kunjungan mereka. Misalnya,dengan anggaran kunjungan sebesar itu, akan mewujudkan ini, jadi targetnya terlihat jelas dan masyarakat pun paham,” tambahnya. (sal)
Menyikapi hal itu, Dosen Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Safrudin Bima, meminta agar dana kunjungan DPRD Kota Bogor diaudit. Tujuannya, memberikan transparansi kepada masyarakat Kota Bogor. Pasalnya, hingga kini, hasil kunker tersebut belum terpublikasikan, sehingga masyarakat tak bisa merasakan manfaatnya.
“Akhir tahun ini, anggota dewan yang terhormat ini gemar sekali kunker. Dana kunjungan itu harus diaudit agar ada kejelasan, apakah dana yang digunakan itu dari APBD atau bukan. Kalau dari APBD kan berarti duit rakyat,” kata Safrudin kepada Radar Bogor.
Audit itu, terangnya, menjadi penting untuk menilai kunker tersebut. Apakah sebanding antara biaya yang dikeluarkan dengan output yang akan diberikan pada masyarakat. Bila hasilnya positif dan memberi masukan-masukan bagi Kota Bogor, sambung dia, itu bagus. Namun amat disayangkan bila kunker itu hanya untuk menghamburkan dana.
“Ini tak hanya mengkritik dewan, tapi harus ada penjelasan kepada publik, sehingga dugaan-dugaan negatif dari masyarakat itu semuanya clear,” terang Sekretaris DPD PAN Kota Bogor ini.
“Makanya, saya minta anggota DPRD Kota Bogor merinci anggaran kunjungan mereka. Misalnya,dengan anggaran kunjungan sebesar itu, akan mewujudkan ini, jadi targetnya terlihat jelas dan masyarakat pun paham,” tambahnya. (sal)
Sumber : Radar Bogor
Tidak ada komentar