Drainase Buruk Salah Siapa?
Permasalahan yang sering ditemui disetiap kota besar antara lain masalah infrastruktur. Salah satu hal penting dalam infrastuktur yang sampai saat ini bisa mengganggu perekonomian masyarakat, adalah jalan dan drainase (saluran air). Namun diantara kedua masalah tersebut, drainase menjadi sangat penting bagi kehidupan manusia.
Bahkan gara-gara drainase aktivitas ekonomi warga bisa terganggu, akibat jalan yang dilalui terendam air (banjir). Kondisi tersebut bukan hanya terjadi pada jalan rusak, jalan-jalan yang kualitasnya bagus dan berada di tengah kota pun bisa saja terendam air. Penyebabnya hanya satu, tidak ada dan tidak terpeliharanya drainase di sepanjang jalan.
Perlu kita ketahui drainase adalah lengkungan atau saluran air di permukaan atau di bawah tanah, baik yang terbentuk secara natural maupun dibuat oleh manusia.
Di Kota Bogor hampir sebagian besar jalan mulai terendam air, mulai di Jalan Bangbarung, Jalan Asogiri, Jalan Nyi Raja Permas dan masih banyak lagi. Dan hampir disemua jalan tersebut kondisi drainasenya mengkhawatirkan, ada yang tertutup tanah, batu dan sampah. Akibatnya jika hujan turun air tak tertampung dan akhirnya meluap dan membanjiri jalan.
Jika sudah begitu kondisinya, siapa yang bisa disalahkan. Pemerintahkah? Atau masyarakat? Sebenarnya diperlukan kesadaran kedua belah pihak, pemerintah harus menyediakan jalan beserta drainasenya. Sementara masyarakat memelihara drainase yang telah dibangun pemerintah. Jika semua bisa satu persepsi dan menjalankan hal tersebut, Insya Allah jalan di Kota Bogor bebas banjir.
= Laporan : Aldho Herman Indrabudi
Sumber : Jurnal Bogor
Tidak ada komentar