Pembangunan TPPAS Nambo Ditargetkan Rampung 2012
Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan pembangunan Tempat Pembuangan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo, di Kecamatan Klapanunggal, rampung tahun 2012 yang akan datang.
"Kita menargetkan paling lambat 2012 nanti, TPPAS tersebut sudah bisa beroperasi," kata Bupati Bogor Rachmat Yasin pekan kemarin.
RY menjelaskan untuk mempercepat penyelesaian TPPAS tersebut, pemda dalam tahun anggaran 2010 ini telah mengalokasikan dana untuk pembebasan lahan sepanjang 5 kilo meter yang akan dipakai untuk membangun jalan menuju lokasi.
"Panjang jalan seluruhnya mencapai 7,5 kilometer. Tapi, 2,5 kilometer sudah berupa jalan yang dibangun oleh PT. Indocement Tunggal Prakarsa. Untuk lebih teknisnya coba tanyakan saja ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta Dinas Bina Marga dan Pengairan," kata RY.
Menurut RY percepatan penyelesaian pembangunan tempat sampah di wilayah timur Kabupaten Bogor ini diperlukan, lantaran kontrak pemakaian TPA Galuga, di Kecamatan Cibungbulang, pertengahan 2011 nanti berakhir.
"Jika sampai batas waktu itu, TPPAS Nambo belum rampung, bisa celaka, sampah-sampah buangan warga Kabupaten Bogor yang tiap harinya mencapai ratusan kubik akan dibuang kemana," ujar RY.
Lebih lanjut RY menjelaskan pembangunan TPPAS itu tak hanya mengandalkan dana dari APBD Kabupaten Bogor saja, tapi juga ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Jabar dan APBN pemerintah pusat.
"Kalau mengandalkan APBD Kabupaten Bogor saja, saya berani menjamin tak tuntas dalam waktu cepat, karena butuh dana hingga puluhan miliaran rupiah. Makanya, pemprov dan pusat turut membantu menganggarkan dananya untuk TPPAS Nambo ini," jelasnya.
RY mengatakan TPPAS Nambo itu nantinya setelah beroperasi bukan hanya dipakai untuk membuang sampah dari Kabupaten Bogor saja, tapi juga dua daerah lainya, diantaranya Kota Bogor dan Depok.
"Dua daerah itu juga, dari kabarnya yang saya terima kesulitan untuk membuang sampahnya. Mereka sama seperti kita (Kabupaten Bogor-red) berharap TPPAS Nambo itu bisa selesai," katanya.
Lex Laksamana, Sekertaris Daerah Jabar mengungkapkan, keberadaan TPST Nambo bukanlah satu-satunya proyek yang saat ini dibangun pemerintah Jabar. Sebab pembangunan serupa juga, sedang dilaksanakan di wilayah Desa Nagrak Kabupaten Bandung.
"Makanya pemerintah Jabar harus bisa berbagi tugas untuk menyelesaikan proyek pembangunan TPST tersebut," terangnya.
Terkait masalah lahan Perhutani yang berada dilokasi TPST Nambo, ia menegaskan semuanya sedang ditanggani. "Yang terpenting, pembangunan TPST Nambo segera tuntas dibangun, sehingga bisa dapat dioperasikan secepatnya," ungkapnya.(ugi)
Sumber : Pelita 23/11/2010
"Kita menargetkan paling lambat 2012 nanti, TPPAS tersebut sudah bisa beroperasi," kata Bupati Bogor Rachmat Yasin pekan kemarin.
RY menjelaskan untuk mempercepat penyelesaian TPPAS tersebut, pemda dalam tahun anggaran 2010 ini telah mengalokasikan dana untuk pembebasan lahan sepanjang 5 kilo meter yang akan dipakai untuk membangun jalan menuju lokasi.
"Panjang jalan seluruhnya mencapai 7,5 kilometer. Tapi, 2,5 kilometer sudah berupa jalan yang dibangun oleh PT. Indocement Tunggal Prakarsa. Untuk lebih teknisnya coba tanyakan saja ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta Dinas Bina Marga dan Pengairan," kata RY.
Menurut RY percepatan penyelesaian pembangunan tempat sampah di wilayah timur Kabupaten Bogor ini diperlukan, lantaran kontrak pemakaian TPA Galuga, di Kecamatan Cibungbulang, pertengahan 2011 nanti berakhir.
"Jika sampai batas waktu itu, TPPAS Nambo belum rampung, bisa celaka, sampah-sampah buangan warga Kabupaten Bogor yang tiap harinya mencapai ratusan kubik akan dibuang kemana," ujar RY.
Lebih lanjut RY menjelaskan pembangunan TPPAS itu tak hanya mengandalkan dana dari APBD Kabupaten Bogor saja, tapi juga ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Jabar dan APBN pemerintah pusat.
"Kalau mengandalkan APBD Kabupaten Bogor saja, saya berani menjamin tak tuntas dalam waktu cepat, karena butuh dana hingga puluhan miliaran rupiah. Makanya, pemprov dan pusat turut membantu menganggarkan dananya untuk TPPAS Nambo ini," jelasnya.
RY mengatakan TPPAS Nambo itu nantinya setelah beroperasi bukan hanya dipakai untuk membuang sampah dari Kabupaten Bogor saja, tapi juga dua daerah lainya, diantaranya Kota Bogor dan Depok.
"Dua daerah itu juga, dari kabarnya yang saya terima kesulitan untuk membuang sampahnya. Mereka sama seperti kita (Kabupaten Bogor-red) berharap TPPAS Nambo itu bisa selesai," katanya.
Lex Laksamana, Sekertaris Daerah Jabar mengungkapkan, keberadaan TPST Nambo bukanlah satu-satunya proyek yang saat ini dibangun pemerintah Jabar. Sebab pembangunan serupa juga, sedang dilaksanakan di wilayah Desa Nagrak Kabupaten Bandung.
"Makanya pemerintah Jabar harus bisa berbagi tugas untuk menyelesaikan proyek pembangunan TPST tersebut," terangnya.
Terkait masalah lahan Perhutani yang berada dilokasi TPST Nambo, ia menegaskan semuanya sedang ditanggani. "Yang terpenting, pembangunan TPST Nambo segera tuntas dibangun, sehingga bisa dapat dioperasikan secepatnya," ungkapnya.(ugi)
Sumber : Pelita 23/11/2010
Tidak ada komentar