header_ads

DLLAJ Bakal Bangun Pospol CCTV

Dinas LaluUntas Angkutan dan Jalan (DLLAJ) terus berupaya mengurai kemacetan di sejumlah titik. 

Salah satunya dengan membangun pospol dan pemasangan CCTV (kamera, red) di tiap titik rawan kemacetan. 
 
"Untuk sementara, kita akan bangun enam titik. Di Kabupaten Bogor, Cibinong, perempatan PDAM, Ciawi, Cileungsi dan Parung," ujar Kepala DLLAJ, Soebiantoro.

Menurut dia, banyak daerah yang rawan terkena macet. Namun, untuk prioritas, penguraian dilakukan di enam titik tersebut. Pembangunan dilakukan secara bertahap. Dimana, semuanya akan dibangun pospol secara keseluruhan.
Sementara itu, pemasangan CCTV, kata dia, untuk melihat langsung permasalahan yang menyebabkan terjadinya ke­macetan. Selain itu, pemasangan tak hanya di titik rawan kemacetan. Di seluruh terminal akan dipasang untuk memantau pergerakan kendaraan.
"Kita sudah ajukan permohonan tersebut (CCTV) ke pemda. Saat ini tinggal menunggu realisasinya. Tapi yang paling urgen adalah di fly over Cileungsi," tandasnya. 

Terminal Bayangan Leuwiliang Bakal Ditertibkan

Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kabupaten Bogor berencana akan menertibkan lalulintas yang menuju jalan raya Karehkel, Kecamatan Leuwiliang. Karena jalan itu, kini dijadikan tempat mangkalnya atau terminal bayangan, angkutan perkotaan (Angkot) berplat hitam yang melayani berbagai jurusan.

 
"Mengingat keberadaanya liar dan akan mengganggu kelancaran program rekayasa arus lalulintas di Leuwiliang lebih baik ditutup saja, apalagi sepeserpun tidak ada kontribusinya ke kantor desa Leu­wiliang," imbau H. Soekarna HS, Kepala Desa (Kades) Leuwiliang .
Menurut dia, siapa pun yang ditengarai menjadi beking lapak di terminal bayangan tersebut, pihak desa siap mendukung penuh tindakan DLLAJ. Kalau bisa tidak menunda-nunda penertibannya, dan menutupnya sekaligus. "Saya meminta agar Pemerintah Kabu­paten (Pemkab) segera menertibkannya, sehingga salah satu biang kerok penyebab semrawutnya lalu lintas bisa teratasi, dan angkutan plat hitam tidak seenaknya berhenti di sana," pintanya.
Hal senada juga disampaikan Ny. lyum, Kepala SD Negeri Leuwisadeng. la menambahkan, lapak terminal bayangan Karehkel itu secepatnya harusnya di tutup, dan semua kendaraan angkot plat hitamnya di alihkan masuk ke area pasar, sehingga tidak ada lagi kendaraan yang terus bertumpuk di luar pasar resminya. 
Karena, menurut dia, keberadaan terminal bayangan itu membuat pedagang yang sudah membeli kios di Pasar Leuwiliang telah dirugikan. Sebab, calon pembeli yang datang dari Nanggung, Hambaro, Karehkel, Pamijahan dan Gobang yang tadinya hendak berbelanja ke Pasar Leu­wiliang, tapi lantaran angkot plat hitam yang ditumpanginya berhenti di terminal bayangan. 

"Ya semua orang jadi malah berbelan­ja ke pasar tidak resminya," ucap Ny. lyum yang sekaligus anggota serikat pedagang pasar Leuwliang kepada Pakar, Minggu, kemarin.
Menyikapi keluhan tersebut, R. Soebiantoro, ATD Kepala DLLAJ Kabupaten Bogor mengatakan untuk mentertibkan sampai penutupan terminal bayangan itu perlu proses. "Kasus terminal bayangan Leuwiliang ini akan dijadikan pekerjaan rumah (PR), karena untuk menutupnya akan dilakukan secara bertahap, dan berkordinasi dengan semua unit jajaran DLLAJ yang berada di wilayah Leuwiliang," tegasnya.

Bibin sapaan akrab Kadis DLLAJ mengatakan upaya awal dilakukannya, pihaknya akan memaksa masuk angkot plat hitam itu ke terminal resminya. "Kita akan tertibkan terlebih dahulu rute untuk beberapa angkot trayek Nanggung dan Pamijahan untuk dipaksa masuk terminal remi, dan dialihkan masuk area Pasar Leuwiliang, kalau ini sudah berjalan lancar, selanjutnya terminal bayangan akan mudah ditutup," janjinya. (jef/bac/ded/als)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.