header_ads

Pemkab Bogor Prioritaskan Pembangunan

Sedikitnya terdapat 6 Prioritas Pembangunan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor. Ke-enam prioritas pembangunan tersebut meliputi Peningkatan Infrastruktur, Sarana dan Prasarana Wilayah.
Kemudian Pengembangan Perekonomian Berbasis Keunggulan Lokal, selanjutnya Peningkatan Ketahanan Pangan, Peningkatan Mutu serta Pemerataan Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan, Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan yang baik, serta Peningkatan Kehidupan Sosial dan Keagamaan.

Demikian diungkapkan Bupati Bogor H. Rachmat Yasin pada acara pembukaan Musrenbang Kabupaten Bogor Tahun 2011 yang berlangsung di Gedung Tegar Beriman Pemkab Bogor-Cibinong, Senin (14/3).
Menurut Bupati, pada prioritas pertama yang berkenaan dengan infrastruktur, sarana dan prasarana wilayah, Pemkab Bogor akan terus menyelesaikan rencana pembangunan jalan baru, terutama jalan poros tengah–timur yang saat ini sudah menyelesaikan feasibility study (FS), Pengukuran dan pemetaannya, serta Detailed Enginering Design (DED).
Rencana jalan tersebut, lanjut Bupati, selain akan membuka aksesibilitas ke wilayah timur Kabupaten Bogor, juga akan terhubung dengan Jalan Tol Cikampek di Kota Delta Mas Kabupaten Bekasi dan Aksesibilitas Ke Taman Bunga Nusantara di Kabupaten Cianjur.
”Ketersediaan jalan ini, pada waktunya nanti akan memacu pertumbuhan ekonomi diwilayah timur dan sekitarnya serta mengatasi masalah trasportasi/kemacetan di jalur puncak, khususnya bagi pengguna jalan yang hanya melintasi kawasan puncak, tetapi tujuan akhir perjalanan mereka adalah Kabupaten Cianjur”. Ujar Bupati.
Sementara itu, tambah Bupati, untuk wilayah Barat Kabupaten Bogor, Pemkab Bogor sudah merencanakan akan memperlebar jalan dari Warung Borong/Ciampea ke Rancabungur sampai ke Atang Sanjaya.
Kedepan, terang Bupati, jalan tersebut akan terhubung dengan jalan tembus Kemang sampai Bojonggede yang berlanjut hingga jalan Tegar Beriman di Pusat Kota Cibinong.
Berkaitan dengan rencana tersebut, kata Bupati, maka tahun ini Pemkab Bogor sudah melangkah dengan menyusun DED-nya, dan tahun depan merupakaan saat yang tepat untuk mewujudkan rencana tersebut.
”Dengan meningkatnya kapasitas jalan Warung Borong/Ciampea ke Rancabungur, maka masyarakat dari wilayah Barat Kabupaten Bogor bisa melakukan pewrjalanan menuju Pusat Kota di Cibinong hingga Wilayah Timur Kabupaten Bogor atau sebaliknya tanpa melalui Kota Bogor terlebih dahulu”. Terang Bupati
Selanjutnya, pada Prioritas Kedua yang berkenaan dengan perekonomian berbasis potensi dan keunggulan lokal. tambah Bupati, Pemkab Bogor akan tetap fokus pada upaya untuk menumbuhkan sentra-sentra komoditas unggulan yang meliputi komoditas pertanian, peternakan dan perikanan serta industri perdesaan non pertanian.
Disektor pertanian, sampai saat ini Kabupaten Bogor telah berhasil mengembangkan beberapa komoditas unggulan seperti manggis di Kecamatan Leuwiliang, Tanaman Hias di Kecamatan Tamansari, Karet di Kecamatan Jasinga, Kopi di Kecamatan Sukamakmur, Nanas di Kecamatan Cijeruk, Talas di Kecamatan Cigombong, Pisang Raja Bulu di Kecamatan Cisarua.
Selain itu masih ada beberapa lagi yang akan terus dikembangkan kedepan. Beberapa komoditi tersebut, sudah menjadi varietas asli bogor yang secara resmi sudah dirilis oleh Pusat Penelitian Komoditi Buah Tropika (PKBT) IPB.
Disektor Perikanan, beberapa komoditas perikanan budidaya sudah berkembang di Kabupaten Bogor, diantaranya ikan nila, lele, gurame, dan lain-lain. Namun demikian, seiring dengan ditunjukkannya Kabupaten Bogor oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan sebagai lokasi pengembangan minapolitan, maka harus ada prioritas komoditas perikanan budidaya yang akan dikembangkan.
Menurutnya, penentuan komoditi unggulan ditentukan dengan menggunakan beberapa pembenihan, pembesaran, pengolahan dan pemasaran. Berdasarkan analisis tersebut maka komoditi unggulan untuk kegiatan minapolitan di Kabupaten Bogor adalah Ikan Lele.
”Dalam pengembangan Minapolitan kita akan mensinergikan kegiatan produksi bahan baku, pengolahan dan pemasaran bahkan paket wisata yang disajikan dalam kemasan ekoeduwisata, dalam satu rangkaian kegiatan besar disatu kawasan atau wilayah dengan penekanan pada peningkatan nilai tambah produk perikanan”. Tandas Bupati.
Dengan demikian, kata Bupati, melaluiu peningkatan nilai tambah dapat dinikmati oleh saeluruh masyarakat yang terlibat dalam proses agribisnis perikanan tersebut, sehingga akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Pada prioritas ke-tiga, yaitu yang berkenaan dengan peningkatan ketahan pangan, Pemkab Bogor berupaya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan fokus pada peningkatan produksi bahan pangan pokok, yaitu padi.
Dengan harapan tingkat kecukupan pangan masyarakat meningkat dari tahun ketahun. Disamping itu Pemkab Bogor pun terus berupaya untuk mendorong diservikasi produk pangan selain padi, seperti palawija, sayuran, daging telur, ikan dan produk pangan lainnya.
Namun demikian, terang Bupati, upaya tersebut tidaklah mudah. Karena menurutnya konservasi lahan pertanian menjadi kawasan pemukiman dan industri seringkali menjadi faktor yang menghambat pencapaian upaya tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut, maka intensifikasi pertanian dilahan-lahan pertanian yang terbatas menjadi salah satu solusi dari dampak terjadinya konversi.
Sedangkan pada Prioritas ke-empat, Kata Bupati, yakni yang berkenaan dengan Peningkatan Mutu dan Pemerataan Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan, Pemkab Bogor secara terus menerus berupaya untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah dengan memberikan kemudahan dan pemerataan pelayanan pendidikan kepada masyarakat terutama bagi jenjang SMP dan SMA.
Hal ini dilakukan agar tercapai partisipasi pendidikan yang semakin tinggi serta tingkat kelulusan dan melanjutkan semakin besar. Selain itu, tentu tidak boleh lupa bahwa Pemkab Bogor masih mempunyai pekerjaan yang harus segera diselesaikan yaitu percepatan penuntasan buta huruf bagi masyarakat yang masih buta aksara.

Dengan demikian, maka capaian Angka Melek Huruf (AMH) di Kabupaten Bogor bisa mencapai 100 persen pada tahun 2012.
Untuk mendukung pencapaian upaya dimaksud, maka Pemkab Bogor secara berkelanjutan melaksanakan program-program pemberian beasiswa bagi siswa kurang mampu, rehabilitasi kerusakan sarana dan prasarana sekolah, membangun ruang kelas baru, peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru, serta peningkatan manajemen kelembagaan pendidikan.
Adapun di bidang kesehatan, Pemkab Bogor berupaya untuk melakukan pemerataan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan sengan cara membangun Rumah Sakit secara tersebar diwilayah Kabupaten Bogor.

Untuk wilayah Barat Kabupaten Bogor, Pemkab Bogor melalui Perda Nomor 2 Tahun 2011 telah meresmikan RSUD Leuwiliang sebagai Rumah Sakit Tipe C. Langkah selanjutnya adalah mencukupi kebutuhan tenaga medis dan paramedis agar masyarakat sesegera mungkin mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.

Sementara itu di wilayah Timur, sampai saat ini Pemkab Bogor masih fokus pada penyelesaian Rumah Sakit Cileungsi. Sedangkan di wil;ayah Utara, yaitu di wilayah Parung dan sekitarnya rencanyanya akan dibangun satu lagi Rumah Sakit Umum Daerah, dimana sampai tahun 2011 ini Pemkab Bogor sudah menyelesdaikan Feasibility Study yang segera ditindaklanjuti dengan penyusunan Detailed Enginereeng Design (DED).
Pada Prioritas Ke-Lima, yang berkenaan dengan Peningakatan Tata Kelola Pemerintahan yang baik, Pemkab Bogor berupaya mewujudkannya dengan empat pilar pemerintahan, yakni Perencanaan pembangunan yang diarahkan pada penyusunan perencanaan yang partisipatif, transparan, berwawasan lingkungan dan aplikatif dalam rangka meningkatkan kinerja pembangunan di Kabupaten Bogor.

Sementara mengenai keuangan yang diarahkan pada peningkatan transpransi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerahdalam rangka mendorong terwujudnya pengelolaan keuangan ”WTP” (Wajar Tanpa Pengecualian), dan Pengawasan, yang diarahkan pada penigkatan kualitas hasil pengawasan dan pengendalian manajemen pemerintahan dalam rangka mewujudkan Good Governance.
Selanjutnya, kepagawaian, yang diarahkan pada peningkatan profesionalisme aparatur melalui jalur pendidikan formal, jabatan dan diklat substantif serta penajaman kompetensi aparatur dalam mekanisme mutasi melalui mekanisme Assessment Pegawai, psikotest serta Fit And Proper Test.
Pada prioritas ke-enam, yaitu yang berkanaan dengan peningkatan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat, Pemkab Bogor pun memberikan perhatian pada penyelesaian maslaha-masalah kesejahteraan sosial.
Menurut Bupati, banyak upaya yang sudah, sedang dan akan ditempuh untuk menanggulangi kemiskinan, salah satunya adalah memlalui pemberdayaan penyandang maslaha kesejahteraan sosial dengan cara pemberian bimbingan sosal, pelatihan keterampilan dan bantuan alat kerja.
”Untuk mendukung upaya ini maka kami mengajak kepada masyarakat untuk berpartisipasi, karena penyelesaian masalah-masalah kesejahteraan sosial merupakan tanggungjawab bersama anatara pemerintah dengan masyarakat.
Terkait dengan kehidupan beragama, lanjut Bupati, saya tidak bosan-bosannya mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untu bersama-sama mewujudkan kesolehan, baik kesolehan individu maupun kesolehan sosial.

Sementara itu, sebagai wujud kesolehan sosial Pemkab Bogor juga mempunyai kewajiban bersama-sama untuk mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum. Sejalan dengan hal tersebut, maka program ”NOBAT” atau Nongol Babat yang sudah diluncurkan sejaka tahun 2009 lalu, menjadi instrumen yang tetap penting dan relevan dalam rangka menegakkan peraturan, menjaga ketentraman dan ketertiban umum serta memberantas penyakit masyarakat (Pekat).
Kegiatan Musrenbang Kabupaten Bogor Tahun 2011 ini akan berlangsung selama 2 hari yakni tanggal 14-15 Maret 2011 yang mengambil tema ” Melalui Musrenbang Kita Tingkatkan Pembangunan Infrastruktur dan Perekonomian Berbasis Unggulan Lokal”.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 400 peserta terdiri dari para Muspida dan DPRD Kabupaten Bogor, Delegasi Bappeda Propinsi Jawa Barat, Seluruh SKPD dan Camat se-Kabupaten Bogor, LSM Organisasi Masyarakat, Organisasi Profesi, Assosiasi Rekanan, Perguruan Tinggi, dan Lembaga Penelitian, dan lainnya. (als)




Sumber : KARTIWA/DISKOMINFO 14/03/2011

Foto : Salahsatu Kantor Camat Di Kab.Bogor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.