Air Sumur Susu Diteliti BLHD
Keluhan warga Kampung Tarikot, RT 01/05, Kelurahan Nangewer, Kecamatan Cibinong, soal air sumur yang telah berubah jadi susu, mulai disikapi pemerintah daerah, kemarin diperoleh kabar tim dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) telah mengambil sample air untuk diuji di laboratorium.
"Pengambilan air sumur susu itu untuk memastikan dan mengetahui zat kimia yang menyebabkan air itu berubah warna," kata petugas BLHD Sugeng, dihubungi Pakar kemarin.
Sugeng, berjanji secepatnya akan mengumumkan hasil uji lab itu kepada masyarakat dan juga intansi terkait, sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan tindakan. "Pekan depan hasilnya sudah bisa diketahui. Jadi, kita minta masyarakat bersabar," ujarnya.
Sementara itu, Komisi C, berjanji akan mendatangi rumah dan sekaligus pabrik yang diduga sebagai penyebab sumur warga itu berubah. "Kemungkinan kunjungan ke lokasi bisa dilaksanakan Senin pekan depan," kata Anggota Komisi C Kamal Suparman, kepada Pater kemarin.
"Tentunya selain kelokasi perusahaan, untuk mengkroscek bak penampungan air pembersih kabel, maupun titik Instalasi Pembuangan Air Limbah (Ipal), kami juga harus melihat semua sumur warga yang terkena limbah untuk diambil sampelnya," ujar Kamal.
Adanya pencemaran limbah ini, Kamal mengaku prihatin terhadap nasib warga setempat. Apa sebab, setelah air sumurnya tercemari limbah, dipastikan untuk memenuhi kebutuhannya seperti memasak, mencuci maupun minum, warga sangat kesulitan sekali. "Saya mengetahui itu semua, setelah membaca dari beberapa surat kabar, baik lokal maupun nasional. Makanya, saya berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)nya, segera menyelesaikan masalah ini," tukas Aleg asal Dapil V.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Tri Wahyu Hari ini menjelaskan, setelah adanya keluhan warga yang merasa telah tercemari limbah karena kulitnya gatal-gatal, petugasnya langsung mendatangi rumah warga tersebut. Selain memeriksa penyakit gatal yang diderita warga, juga mengambil air sumur yang diduga telah tecemari limbah.
"Kami belum bisa memastikan penyakit gatal yang diderita warga itu, apakah hanya penyakit biasa atau memang akibat terjadinya pencemaran limbah. Karena, kami masih menunggu hasil lab dari sampel air sumur warga yang diambil BPLHD," aku Tri, kemarin.
Pernyataan sama juga dilontarkan Kepala Bidang (kabid) Pengelolaan Air Bawah Tanah pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), M. Ridwan, kendati sudah melakukan peninjauan kelokasi perusahaan dan warga yang diduga tercemar, pihaknya belum bisa memastikan kebenaran terjadinya pencemaran tersebut "Lihat saja nanti, setelah kita melakukan pengambilan sampel air sumur warga. Dalam satu minggu, kita pastikan sudah akan ada hasil dari lab," jelas Ridwan, saat dihubungi kemarin. (ded)
Sumber : Pakuan Raya 15/04/2011
Tidak ada komentar