header_ads

DPR Desak Percepatan Pembangunan Tol Bocimi

Komisi V DPR RI mempertanyakan berbagai hambatan untuk merealisasikan pembangunan jalan Tol Bogor-Ciawai-Sukabumi (Bocim). Oleh karena itu, mereka akan terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui kendalanya.
“Kita akan cek langsung, di mana permasalahannya pembangunan jalan tol itu. Dari informasi, masih berkutat dipembebasan lahan di daerah Caringin, Bogor,” kata Anggota Komisi V DP RI, Yudi Widiana Adia di saat kunjungan resesnya ke Sukabumi, Minggu (10/4).
Dijelaskan Yudi, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan pembangunan jalan tol sepanjang 50 kilometer itu hingga mencapai Rp 462 miliar. Mengenai dana keseluruhan , termasuk kontruksi mencapai Rp 5 triliun. Sehingga, politikus dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menargetkan pembangunan harus mulai terealisasi tahun ini.
“Dengan dicek langsung, nanti juga ketahuan di mana titik hambatannya. Apakah dari pihak kontraktor atau bukan. Sebab, ditargetkan tahun ini harus mulai pembangunannya,” jelasnya.
Sementara itu, rencana pembangunan jalan Tol Bocimi, baik eksekutif maupun legislatif di Kabupaten Sukabumi sangat mendukung pembangunan jalan “anti macet” itu. Mereka menilai dengan adanya jalan bebas hambatan itu akan mendongkrak perekonomian dan invenstasi.
Namun, karena sejuah ini belum masuk adanya pembangunan jalan tol, Pemkab Sukabumi dibuat kesal. Padahal, Pemkab Sukabumi sendiri siap mendukung mewujudkan adanya jalan tol yang melintasi wilayahnya agar secepatnya bisa terwujud. Sayangnya, pembebasan lahan hingga kini masih berkutat di kawasan Bogor .
“Memang lambat proses pembebasan lahan Bocimin tersebut. Padahal, telah ditanggapi pemerintah pusat dengan merencanakan pembangunan jalan Bocimin. Makanya kami minta prosesnya dipercepat,” kata Bupati Sukabumi, Sukmawijaya.
Menurut Sukma, seharusnya pembebasan lahan di Sukabumi juga dilakukan bersamaan dengan di Bogor . Menurutnya, hal itu akan mempercapat pembangunan jalan anti macet tersebut.
‘Kami menjamin tidak akan ada masalah dalam proses pembebasan lahan di Kabupaten Sukabumi. Karena itu akan membantu mempercepat proses pembangunan,”
Dukungan serupa juga terlontar dari kalangan DPRD Kabupaten Sukabumi. Para wakil rakyat ini mengaku siap melakukan pengawasan proses pembebasan lahan untuk tol Bosuci di Sukabumi. Hal itu guna mengantisipasi adanya spekulan tanah yang ikut “bermain” dalam pembebasan lahan warga.
“Kami siap mengawasi proses pembebasan lahan lantaran takut adanya spekulan. Dengan munculnya spekulan tentu saja akan merugikan semua unsur,” kata Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Badri Suhendi. (sule/b/als)








Sumber: detiknews 11/4/2011

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.